Jual Daging Sapi Gelonggongan, Perangkat Desa di Magetan Dibekuk

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Setelah berhasil membongkar penjualan daging bangkai ayam untuk konsumsi manusia, Polres Magetan kembali mengungkap praktik serupa.

Bedanya, kali ini yang dijual ada daging bangkai sapi.

Dalam menguak kejahatan ini, polisi menangkap pula Suwarno (44), warga dusun Tangkil, Desa Poncol, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Senin (15/5/2017),

Menurut Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Partono, kecurangan Suwarno yang di desanya menjabat sebagai Kamituwo (perangkat desa Kaur Umum) sudah dilakukan lama, namun baru dilaporkan masyarakat setempat kepada Polisi sepekan terakhir.

"Kalau melihat peralatan yang digunakan, Suwarno melakukan kecurangan dengan menjual daging sapi bangkai (mati setelah di glonggong) ditengarai sudah lama."

"Tapi menurut pengakuan tersangka (Suwarno) baru empat bulan,"kata Kasat Resktim Partono kepada Surya, Senin (15/5/2017).

Dikatakan AKP Partono, selama kurun waktu empat bulan itu, tersangka mengaku sudah menyembelih 45 ekor sapi dengan cara disiksa terlibih dahulu dengan cara diglonggong air sampai mati, Setelah itu, barulah baru disembelih.

"Cara yang dilakukan tersangka ini bertujuan untuk menambah berat badan daging sapi. Namun tersangka tidak memikirkan cara curang yang dilakukan bisa berakibat buruk kepada manusia yang mengkonsumsinya,"jelas Partono

Daging sapi bangkai akibat mati diglonggong itu selain tidak sesuai dengan syariat agama, juga mudah menimbulkan bakteri dan cepat busuk, sehingga dikhawatirkan menimbulkan racun dan berbahaya dikonsumsi masyarakat.

"Daging bangkai itu di pasarkan tersangka diwilayah Ponorogo dan sekitar. Pengakuannya belum pernah dipasarkan di Magetan. Di Ponorogo daging itu sudah ada yang menampungnya,"kata Partono.

Selain Suwarno, kata Partono, Polisi juga akan mencari penadah daging bangkai.

"Kami akan mencari penadah daging bangkai itu. Karena penyiksaan dengan digelonggong itu sesuai pengakuan tersangka atas pesanan penadah. Katanya biar bersih dan empuk kalau di gelonggong sampai mati gitu,"ujar Kasat Reskrim

Akibat perbuatanya itu, lanjut Partono, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 62 Undang Undang RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar, serta pasal 135 UU RI Nomor 18/2012 tentang Pangan dengan ancaman penjara 2 tahun dan denda Rp 4 miliar.

"Kami menyita 250 kg daging sapi dari rumahnya yang juga dipakai untuk tempat menjagal, serta peralatan-peralatan yang dipakai untuk mengglonggong berupa selang dengan diameter 2,5 cm, pompa air, pisau, dan kapak," pungkasnya.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: