Kepala Bapeda Magetan Resmi Ditahan , Korupsi Sepatu PNS

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Lagi, citra PNS kembali tercoreng lantaran ulah oknum. Namun kali ini bukan dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN ) biasa. Salah seorang pejabat lingkup Pemkab Magetan diduga terlibat perkara hukum hingga ditahan pihak Kejaksaan Negeri setempat.

Kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PNS lingkup Pemkab Magetan 2014 dengan nilai anggaran Rp 1,2 miliar terus menggelinding liar. Terbaru, kasus tersebut menyeret seorang pejabat penting menjadi tersangka.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang)  Magetan Sumarjoko resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Magetan. Ini setelah Sumarjoko ditetapkan sebagai tersangka dugaan Kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PNS lingkup Pemkab Magetan 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan Siswanto mengungkapkan jika penetapan Sumarjoko sebagai tersangka setelah pihak kejaksaan menemukan alat bukti yang cukup. Bukti tersebut didapat dari hasil pengembangan yang dilakukan tim penyidik.

Dia menyebut, modus dugaan korupsi yang dilakukan Sumarjoko dilakukan secara sistematis. Pun, Siswanto menuturkan bahwa tersangka juga dituding telah menyalahgunakan wewenang.

‘’Dalam hal ini pengadaan sepatu berawal dari yang sudah direncanakan bappeda litbang,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun, kala itu bappeda litbang menunjuk Asosiasi Perajin Kulit (Aspek) Magetan sebagai pemasok sepatu untuk PNS di 27 SKPD dan 1 kecamatan.

Pembayaran sebesar Rp 421.280.203 (sudah termasuk pajak) yang dibiayai dari perubahan APBD 2014. Namun, duit yang diterima perajin Aspek hanya Rp 319.690.000 sehingga ada selisih sebesar Rp 101.590.203.

‘’Nilai Rp 101,5 juta itu merupakan kerugian negara berdasar audit BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Red),’’ jelas Siswanto.

Ditanya dengan kemungkinan adanya tersangka baru, mantan penyidik KPK ini menyatakan wait and see. Dia menyebut penyidik memilih menunggu perkembangan dalam persidangan kelak.

Pihaknya bakal melakukan pengembangan jika ditemukan fakta-fakta baru. Tim penyidik juga akan melakukan pemeriksaan kembali kepada Sumarjoko. Sebab, saat pemeriksaan kemarin belum didampingi penasehat hukum (PH).

‘’Sebetulnya kami sudah menunjuk (PH), tapi dia menolak dengan alasan akan mencari PH sendiri,’’ ujarnya.

Meski tidak ada batasan waktu, Siswanto berharap tersangka segera menunjuk PH. Tujuannya agar pemeriksaan bisa segera dilakukan. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

‘’Setelah itu kami tinggal menunggu waktu untuk persidangannya,’’ tegas pria asal Pacitan itu.

Terpisah, Plt Sekda Sutikno saat dikonfirmasi mengaku belum mendengar kabar penetapan tersangka Sumarjoko. Pasalnya, dirinya dalam perjalanan pulang dari rapat koordinasi nasional (rakornas) kepegawaian di Jakarta.

Pun dia tidak terlalu kaget dengan status tersangka yang kini disandang Sumarjoko. Sebab, pengadaan sepatu PNS itu bermuara di bappeda litbang, kendati beberapa kepala SKPD lain juga turut diperiksa penyidik.

‘’Semua bisa saja terjadi, tergantung dari penyelidikan pihak kejaksaan saja,’’ ujarnya.

Di sisi lain, dia meyakini pascapenetapan Sumarjoko sebagai tersangka, aktivitas kantor bappeda litbang tetap berjalan normal seperti biasa. Sebab, kepala bidang sudah menguasai pekerjaannya masing-masing.

‘’Yang jelas, pekerjaan dan pelayanan setiap bidang tidak boleh terganggu,’’ tegasnya. (cor/isd/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: