Kerugian Pedagang Pasar Songgolangit Tembus Rp 15,9 Miliar

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO – Kobaran api yang membakar Pasar Songgolangit Minggu (14/5) lalu memang sudah padam. Namun duka pedagang masih terus dirasakan pedagang pasar tradisional terbesar di Kabupaten Ponorogo itu.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.45 Wib itu memupus asa ratusan pedagang yang menggantungkan hidup dari berjualan di pasar tersebut. Angan - angan meraup rejeki besar pada momen ramadan dan lebaran pun sirna.

Kini bukan lagi keuntungan yang ada dibenak mereka, melainkan bayangan kerugian yang harus ditangung. Kerugian pedagang Pasar Songgolangit mulai dihitung, Jumat (19/5) kemarin. Meski belum teraba besarannya, namun diprediksi tembus puluhan miliar rupiah.

‘’Kalau totalnya belum, karena masih proses. Tapi kalau dirata-rata puluhan juta rupiah setiap pedagang,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo Addin Andanawarih, Jumat (19/5).

Data yang masuk sementara, kata dia, baru 482 dari total 575 pedagang yang menjadi korban kebakaran. Nilai kerugiannya, sementara mencapai Rp 15,9 miliar.

Rinciannya, Rp 8,4 miliar pedagang di lantai satu. Sedang, pedagang di lantai dua mencapai Rp 7,4 miliar. Ini baru kerugian yang diderita pedagang. Belum kerugian bangunan yang rusak.

Pendataan, kata dia, bakal digunakan sebagai dasar pemberian bantuan. Ini penting untuk mengedepankan azas keadilan, lantaran tidak bisa dipukul rata. Disesuai kerugian yang diderita. Memang tidak besar, namun diharapkan sedikit meringankan kesedihan pedagang.

‘’Hasil survei, bantuan tunai lebih diharapkan daripada jaminan kemudahan pinjam bank,’’ ujarnya sembari menyebut bantuan dari dana on call.

Sebab, kebanyakan pedagang sudah berhutang ke bank untuk kulakan stok barang. Mereka berat jika harus berhutang ke bank lagi. Kebanyakan pedagang bakal menggunakan modal yang ada untuk berjualan kembali.

Terkait pengaruh sektor perokonomian, pihaknya butuh koordinasi lebih lanjut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Diakui ada penurunan, utamanya tiga hari pasca-kebakaran.

Namun, saat ini sudah mulai berjalan kembali. Sebab, sejumlah pedagang mulai berjualan di rumah masing-masing.

‘’Pedagang boleh membawa pulang barang dagangan yang selamat dan menjualnya di rumah,’’ pungkasnya. (agi/sat/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: