Longsor di Trenggalek Mengakibatkan 13 Rumah Rusak

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Trenggalek - Sedikitnya 13 rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Trenggalek rusak akibat tertimpa tanah longsor dan pohon tumbang. Akibatnya sebagian rumah tidak dapat ditempati, sehingga penghuninya harus mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman.

Belasan rumah tersebut tersebar di 5 desa di Kecamatan Bendungan, Watulimo dan Kecamatan Trenggalek, yakni Desa Sumurup, Depok, Sengon, Watuagung serta Desa Ngares. Khusus di wilayah Kecamatan Bendungan jumlah rumah yang tertimpa longsor mencapai 9 unit.

Camat Bendungan, Nur Kholiq, Minggu (30/4/2017) mengatakan, bencana tanah longsor tersebut tidak berada pada satu lokasi, melainkan tersebar secara sporadis di beberapa titik.

"Untuk di Kecamatan Bendungan rinciannya, Desa Sumurup ada enam rumah, Depok ada dua rumah, serta Desa Sengon ada satu rumah yang tertimpa. Kerusakannya bervariasi, mulai ringan hingga berat," katanya.

Pihaknya mengaku, kondisi kerusakan terparah berada di Desa Sumurup dan Desa Depok, karena rata-rata dinding rumah warga korban longsor jebol tertimpa material tanah dan bebatuan.

Lebih lanjut Nur Kholiq menjelaskan, untuk beberapa lokasi longsor saat ini masih belum bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat, karena akses jalan masih tertutup material longsor.

"Hari ini warga sekitar mulai bergotong royong untuk membersihan material longsor yang menimpa rumah warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, akan tetapi beberapa warga harus mengungsi karena takut longsor susulan," ujarnya kepada detikcom.

Sementara itu Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Ahmad Budiharto menjelaskan, selain di wilayah Bendungan, kejadian tanah longsor juga menimpa dua rumah dan satu toko di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, serta satu rumah tertimpa pohon di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.

"Untuk di wilayah Ngares itu kalau kerusakan rumahnya tidak terlalu parah, karena hanya menimpa bagian teras, akan tetapi material tanahnya cukup banyak dan menutup akses jalan desa, ini butuh alat berat untuk membukanya," katanya.

Menurutnya, tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Trenggalek rata-rata berlangsung pada Sabtu malam dan Minggu dini hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh hujan deras yang berlangsung lebih dari tiga jam.

"Hujannya merata hampir di seluruh kecamatan, bahkan selain longsor semalam itu juga sempat terjadi banjir di Desa Ngares, namun hanya sebentar," imbuhnya.

Disisi lain, salah seorang warga Desa Ngares, Dasir mengatakan hingga tanah longsor yang terjadi di depan rumahnya berlangsung sangat cepat. Menurutnya, usai terjadi hujan deras tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas lereng setinggi 50 meter.

"Saat itu saya sedang nongkrong bersama warga lain di depan rumah, tahu ada gemuruh langsung lari dan ternyata ada longsor, volumenya cukup besar," katanya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: