Nestapa Pedagang Pasar Songgolangit Jelang Lebaran

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Kabut duka masih menyelimuti ratusan pedagang Pasar Songgolangit, Ponorogo.  Kini, mereka dirundung kegalauan. Betapa tidak, sebagian besar dagangan mereka habis terbakar saat musibah, Minggu (14/5) malam, lalu.

Sedang upaya berjualan kembali terbentur modal. Duka kian berlipat lantaran duit kulakan hasil pinjaman bank.

‘’Semua habis. Tidak tahu nanti bagaimana,’’ pasrah Budi Cahyanto, Selasa (16/5).

Salah seorang pedagang kain di lantai dua Pasar Legi, nama lama Pasar Pasar Songgolangit, itu memang habis-habisan. Dia baru saja kulakan untuk menghadapi lonjakan pembeli jelang Lebaran, Sabtu (13/5) lalu. Duitnya dari pinjam bank hingga seratusan juta rupiah.

Bahkan, stok baru itu belum sempat dipajang. Kebakaran melenyapkan semuanya. Budi menggeleng soal kerugian yang menderanya. Dia hanya menyebut seratusan juta lebih.

‘’Bingung dari mana uangnya buat nyicil bank. Mau buka lagi modalnya tidak ada,’’ ujar warga Kelurahan Kadipaten, Babadan, Ponorogo, itu.

Budi berharap ada bantuan modal. Paling tidak agar segera bisa membuka lapaknya kembali. Duit hasil penjualan untuk bayar bank dan keperluan sehari-hari. Dia hanya bisa menyesalkan minimnya petugas keamanan pasar kala kejadian.

Kebakaran seharusnya dapat dicegah sebelum meluas. Nyatanya, petugas jaga malam hanya seorang yang hanya seorang kuli angkut. Belum lagi masalah hidrant yang tidak berfungsi. Dia berharap ke depan sistem keamanan lebih baik lagi.

‘’Kejadian ini bukan yang pertama. Seharusnya ada langkah antisipasi agar musibah tidak terulang,’’ sesalnya.

Sutiyani, salah seorang pedagang sembako di lantai satu sisi selatan juga habis-habisan. Semua barang daganganya ludes. Padahal, warga Ngrupit, Jenangan, Ponorogo, itu punya empat kios. Satu di antaranya untuk gudang.

Setali tiga uang, dia juga baru kulakan untuk kebutuhan lebaran. Mulai beras, minyak, kedelai, hingga kerupuk mentah. Duit kulakan juga dari pinjam bank.

Selama ini dia tidak pernah menyimpan barang dagangan di rumah. Sehingga, tak ada stok sama sekali. Pun berharap bantuan modal.

‘’Ingin segera bisa jualan lagi. Lebaran itu musim panen bagi kami. Tapi malah seperti ini,’’ ujar Ani, sapaan perempuan ini, sembari mengusap air matanya.

Sri Wahyuni, salah seorang pedagang buah di deretan toko sisi barat, agak mendingan. Dia masih bisa menjual sebagian barang dagangannya lantaran tidak habis terbakar.

Seperti pedagang lain yang menempati toko, mereka lebih beruntung. Barang dagangan mereka aman. Hanya, untuk buah sebagian busuk.

Sri menyebut sebagian buah jambu dan pepaya dagangannya tak lagi layak jual. Buah-buah itu rencananya bakal dibawa pulang untuk dijual di rumah. Dia bakal menjual selakunya buat tambahan modal.

‘’Kalau penempatan lagi inginya tetap di depan biar pelanggan tidak kebingungan mencarinya,’’ harapnya.

Kepala UPT Pasar Songgolangit Sigit Priyono mengatakan pedagang memang diperbolehkan masuk ke kios masing-masing kemarin. Namun, hanya tempat yang direkomendasi aman.

Kebetulan hanya toko deretan depan yang aman. Sedangkan pemilik kios di dalam dilarang masuk. Kendati begitu, pemilik tidak dapat sembarangan masuk.

Wajib mendapat pengawalan petugas keamanan dan pihaknya. Itu untuk menghindari penjarahan. Soal keluhan pedagang, pihaknya bakal mengembalikan pada atasan.

‘’Kami berharap pedagang bersabar menghadapi musibah ini,’’ ujarnya. (agi/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: