Pedagang Pasar Songgolangit Sepakat Ogah Pindah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Songgolangit bertekad bulat untuk tetap bertahan. Alasannya, di pasar ini mereka menggantungkan hidupnya sejak puluhan tahun silam.

Apalagi, Ramadan dan lebaran tinggal sebentar lagi. Sementara waktu mereka tetap ingin berdagang di sekitar pasar ini sambil menunggu keputusan pemerintah selanjutnya.

‘’Kami satu suara,’’ kata Dulrokhim, perwakilan pedagang pasar Songgolangit, Senin (15/5).
Ratusan pedagang Pasar Songgolangit korban kebakaran menggelar musyawarah untuk menentukan nasib pascakebakaran, Senin (15/5). Asta Yanuar/Radar Ponorogo 

Menurut dia, jika para pedagang harus pindah jauh dari kawasan Pasar Songgolangit, sama saja harus memulai dari nol. Padahal, mereka sudah punya pelanggan. Mereka sepakat perpindahan sementara karena kondisi darurat itu tidak jauh dari pasar ini.

‘’Keputusan ini harga mati,’’ tegas warga Juranggandul, Kadipaten, Babadan, diiringi teriakan dan tepuk tangan pedagang lain.

Kemarin sekitar pukul 13.00 Wib memang digelar musyawarah pedagang Pasar Songgolangit bersama Dinas Pedagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A).

‘’Kami yakin pemerintah pasti ingin memberi yang terbaik untuk para pedagang,’’ ungkap Dulrokhim.

Kepala Dinsos-P3A Ponorogo Sumani mengungkapkan hasil musyawarah tidak jauh beda dengan wacana  pemkab. Pihaknya memang berencana tidak akan merelokasi pedagang korban kebakaran dalam waktu dekat.

Pedagang minta bisa menempati area Pasar Songgolangit hingga lebaran atau sekitar 45 hari ke depan. Sedangkan pemkab, kata Sumani, juga tidak mungkin melakukan relokasi dalam waktu dekat.

Untuk sementara, para pedagang di bagian utara atau yang tidak terdampak kebakaran tetap menempati kios masing-masing. Sedangkan pedagang korban kebakaran akan menempati area parkir sekitar pasar.

‘’Bisa jadi setelah lebaran mereka tetap akan menempati kawasan Pasar Songgolangit sampai pemerintah benar-benar siap membangun kembali,’’ jelasnya.

Namun, hasil musyawarah ini masih akan disampaikan kepada bupati. Jika pemkab menghendaki, untuk sementara para pedagang akan tetap menempati kawasan Pasar Songgolangit.

Pedagang juga minta rehab pasar dilakukan menyeluruh. Tidak hanya separo pasar yang terbakar. Itu untuk menghindari kecemburuan antarpedagang.

‘’Namun, jika direlokasi mereka minta semua pedagang harus pindah. Harus babat baru bersama-sama lagi,’’ ungkapnya.

Sedangkan untuk bantuan Dinsos-P3A yang akan disalurkan belum dihitung besarannya. Pihanya mendata ada sekitar 1.168 pedagang di Pasar Songgolangit. Sedangkan anggaran selama satu tahun ini hanya sekitar Rp 10 miliar untuk bantuan korban bencana.

Sementara, awal bulan lalu juga ada bencana tanah longsor di Dusun Tangkil, Banaran, Pulung, yang menyedot anggaran bantuan cukup besar.

‘’Sementara belum bisa memastikan, akan kami hitung dulu,’’ ungkapnya.

Dihubungi kembali melalui handphone usai rapat bersama bupati Ipong Muchlissoni Senin (15/5) sore, Sumani mengatakan intinya pemkab tidak keberatan dengan usulan pedagang.

Dirinya mengungkapkan bupati menginstruksikan untuk memenuhi permintaan pedagang tetap berjualan di kawasan Pasar Songgolangit selama masa darurat. Atau hingga pemerintah siap membangun Pasar Songgolangit kembali. (tif/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: