Pembangunan Pasar Ditarget Maksimal Awal Tahun 2018 Sudah Dimulai

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memutuskan pedagang Pasar Songgolangit terdampak kebakaran, Minggu (14/5) malam lalu, tidak akan pindah. Permintaan pedagang pun disetujui.

Tidak hanya hingga lebaran, mereka dipersilakan berjualan di tempat semula sampai menjelang pembangunan pasar kembali.

‘’Kami mendengarkan aspirasi pedagang. Saya putuskan relokasi tahap pertama tetap di bekas kebakaran,’’ tegas Ipong, Selasa (16/5).

Sebanyak 575 pedagang terdampak kebakaran memang minta tetap bisa berjualan di pasar di Jalan Soekarno-Hatta tersebut. Paling tidak hingga lebaran. Sebab, mereka khawatir jualan sepi jika pindah.

Pelanggan mereka akan kesulitan mencari. Sedangkan pemkab awalnya berencana merelokasi di bekas RSUD dr Harjono. Namun, itu tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat.

‘’Tidak hanya hingga setelah lebaran. Kami kasih bonus hingga menjelang pembangunan (pasar) kembali,’’ ujarnya.

Ipong merencanakan pembangunan kembali maksimal 2018 mendatang. Dia menargetkan awal tahun pengerjaan sudah dapat dimulai. Pedagang boleh berjualan maksimal hingga dua bulan sebelum pembangunan. Atau paling tidak hingga akhir tahun 2017 nanti.

Dia menginstruksikan material sisa kebakaran segera dibersihkan mulai hari ini. Pembersihan akan melibatkan Satpol PP, BPBD, serta Tagana Dinsos. Pihaknya juga minta bantuan TNI-Polri.

‘’Mudah-mudahan (pembersihan) lima hari selesai. Pedagang langsung bisa berjualan lagi,’’ ujarnya.

Ipong menyadari lokasi bekas kebakaran bakal tidak cukup menampung. Sebab, tidak lagi berlantai dua. Untuk itu sebagain pedagang bakal ditempatkan di bekas pengadilan.

Jika masih belum cukup, bakal menempati lapangan leter U sisi timur pasar. Dia tidak ingin lokasinya kelewat jauh dari Pasar Legi, nama lama Pasar Songgolangit.

Upaya itu agar tidak menimbulkan kecemburuan antar-pedagang. Soal teknis pembagiannya menyusul. Kemungkinan dengan cara pengundian.

Menurut Ipong, sempat muncul usulan untuk menggunakan areal parkir barat. Usulan itu ditolak lantaran pertimbangan arus lalu lintas.

‘’Prinsipnya kami menuruti keinginan pedagang,’’ ungkapnya. (agi/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: