Perempuan Misterius Penyebab SR Tabrak Trembesi di Ngawi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI - Bus Sugeng Rahayu Nopol W 7802 UY mengalami celaka saat melintas di jalan raya Ngawi-Maospati. Moncong bus jurusan Yogyakarta-Surabaya itu menghantam pohon trembesi di pinggir jalan.
 Bus Sugeng Rahayu Jurusan Jogjakarta - Surabaya mengalami celaka di Kecamatan Paron, Ngawi. Loditya Fernandez/Radar Ngawi

Bus yang disopiri Muhammad Saiful, 40, warga Desa Munggu Gianti, Kecamatan Benjeng, Gresik, melaju dari arah Maospati menuju Ngawi, dengan kecepatan tinggi. Ketika itu, jarum jam menunjuk pukul  00.30.

Tiba - tiba Saiful dikejutkan dengan keberadaan perempuan yang berjalan di tengah jalan. Sopir berusia 40 tahun itu langsung menginjak pedal rem sekaligus bating setir. Sayang upayanya itu tidak berhasil.

‘’Kaget, tiba-tiba di depan ada orang ditengah jalan. Saya langsung ngerem dan banting stir. Akhirnya nabrak pohon,‘’  terang Saiful, di lokasi kejadian, Jumat (5/5).

Perempuan misterius langsung dilarikan ke Puskesmas Geneng lantaran mengalami luka serius  di kepala belakang, dahi, pendarahan di telinga belakang dan babras di kaki kanan.

‘’ Dugaan sementara korban menderita gangguan kejiwaan, ‘’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi, Ipda Miftakhul Huda.

Perwira dengan balok dua dipundak itu menambahkan selain perempuan tanpa identitas itu, tidak ada korban lain akibat kecelakaan tersebut. Penumpang bus langsung dialihkan menggunakan bus lainnya untuk melanjutkan perjalanan.

Sopir dan kernet menunggu evakuasi bodi  bus yang dilakukan dinihari itu juga. Sebab, lokasi kecelakaan berada di jalur Nasional. Pihaknya tidak ingin bodi bus yang melintang nyaris memenuhi badan jalan menjadi biang kemacetan.

‘’Saat proses evakuasi, kami berlakukan sistem buka-tutup jalan supaya tidak menimbulkan kemacetan, ‘’ jelasnya.

Menurutnya, kecelakaan tersebut disebabkan faktor human error. Perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berjalan ditengah jalan hingga menganggetkan sopir bus. Sayangnya, Saiful juga tidak hati-hati saat mengemudikan kendaraannya.

"Kalau dengan kecepatan yang lebih rendah, mungkin tidak sampai tertabrak,‘’ imbuhnya. (odi/pra/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: