Polisi Gerebek Home Industry Tepung Berbahan Roti Kedaluwarsa

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Surabaya - Polisi kembali menggerebek sebuah home industry tepung ilegal di Surabaya. Bila kemarin industri ilegal itu ada di Bulak Banteng Madya, kali ini industri sejenis ada di Jalan Petemon Sidomulyo, Sawahan, Surabaya.

Sama seperti kasus di gudang Bulak Banteng Madya, industri di Petemon Sidomulyo sawah ini juga menggunakan roti kedaluwarsa untuk membuat tepung. Polisi masih terus menyelidiki temuan ini.

"Kami bergerak ke sini atas laporan masyarakat. Dugaannya, home industry ini membuat tepung dari roti kedaluwarsa," ujar Kapolsek Sawahan Kompol Yulianto, Jumat (19/5/2017).

Di dalam rumah itu, polisi mendapati tiga karung roti kering dan dua karung tepung. Barang bukti itu disita. Polisi juga mengamankan empat orang yang terdiri dari seorang pemilik berinisial R dan tiga karyawan yang nantinya akan menjadi saksi untuk dimintai keterangan.

Selain menyita barang bukti dari industri rumahan itu, polisi juga menyita tepung dari sebuah toko kelontong. Tepung itu dibeli dari home industry itu. Pemilik toko kelontong juga diamankan untuk dimintai keterangan.

"Dari pemeriksaan awal, home industry ini merupakan sebuah perusahaan roti," kata Yulianto.

Perusahaan roti itu memasok dan menitipkan roti ke toko-toko. Tak semua roti laku. Bila ada yang tak laku, roti pun ditarik. Nah, roti yang ditarik karena sudah kedaluwarsa inilah yang kemudian diolah untuk dijadikan tepung.

Tepung hasil olahan dari roti kedaluwarsa itu oleh R kemudian dijual ke sejumlah toko kelontong. Dan toko kelontong pun menjualnya ke masyarakat umum. R diketahui sudah berbisnis roti selama 15 tahun. Namun dalam pengakuannya ke polisi, R mengaku bahwa produksi tepungnya hanya digunakan untuk pakan lele.

Sumber : detik.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: