Ratusan Tahanan Kabur, Ada yang Dibekuk pada Jarak 30 Km dari Rutan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Pekanbaru - Ratusan tahanan Rutan Pekanbaru di Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, kabur hari ini, Jumat (5/5/2017), sekitar pukul 12.30 WIB. Sebanyak 70 di antaranya berhasil ditangkap lagi 2-3 jam kemudian. Ada yang kaburnya sudah jauh.

"Ada yang sampai di perbatasan Pekanbaru-Pelalawan," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto kepada detikcom. Tak dijelaskan apakah tahanan tersebut naik kendaraan atau jalan kaki.

Bimo menyebut Sei Kijang Mati. Kawasan ini masuk Kabupaten Pelalawan, yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Jarak rutan ke Sei Kijang Mati diperkirakan 30 kilometer. Kecil kemungkinan ditempuh dengan cara berjalan kaki atau berlari dalam hitungan 2-3 jam.

"Total yang melarikan diri, kami tidak tahu. Yang jelas, 70 di antaranya sudah diamankan," kata Bimo.

Bimo menjelaskan tahanan yang sudah ditangkap langsung dikembalikan ke rutan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, mobil polisi, TNI, damkar, dan lain-lain memenuhi jalan sekitar rutan. TNI juga turun tangan.

Berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan, ratusan tahanan melarikan diri sekitar pukul 12.30 WIB setelah terlibat kerusuhan terkait dengan fasilitas rutan.

Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak, insiden terjadi sebelum shalat Jumat (05/05). Para petugas Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenaya Raya, Pekanbaru membuka masing-masing kamar tahanan agar mereka bisa menunaikan ibadah. Namun, ratusan tahanan justru menyerang petugas Rutan.

Para tahanan tersebut berusaha menjebol penjagaan di pintu utama Rutan, namun tidak berhasil. Kemudian, para tahanan  dapat melarikan diri melalui pintu samping Rutan. Namun sebagian berhasil ditangkap petugas yang dibantu masyarakat setempat.

Petugas Rutan bersama Kepolisian Pekanbaru melakukan pendataan dan  dan pencarian terhadap para tahanan yang belum ditemukan.

Dikutip dari Reuters, para narapidana mengeluhkan perlakuan terhadap mereka di penjara Pekanbaru dan menuduh beberapa penjaga melakukan kekerasan, ujar Ferdinand Siagian, kepala kantor Kementerian Hukum dan HAM, Riau.

Sementara itu, dikutip dari Kompas, Wayan menyebutkan banyak faktor yang mungkin menyebabkan tahanan melarikan diri. Diakuinya, salah satu faktor penyebab insiden itu adalah  adalah kurangnya jumlah petugas rumah tahanan tersebut.

Disebutkannya, jumlah tahanan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenaya Raya, Pekanbaru, ada 1.870 orang, namun jumlah petugasnya hanya enam orang.

Kapasitas Rutan sebenarnya hanya untuk menampung 300 tahanan.
Faktor lainnya, menurut Wayan kemungkinan disebabkan kurangnya pasokan air bersih di rumah tahanan tersebut.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: