Sebelum Terbakar, Dua Orang Misterius MAsuk Pasar Songgolangit

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri bertindak cepat pascakebakaran Pasar Songgolangit, Senin (15/5) kemarin. Mereka berupaya keras menelisik penyebab amuk si jago merah Minggu (14/5) malam itu. Hasilnya, titik awal api dipastikan berasal dari lantai 1 Blok U.

 ‘’Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Namun, sumber panasnya dari titik ini (Blok U),’’ kata Pemeriksa Madya Forensik Labfor Polri Cabang Surabaya AKBP Sudiharyono, Senin (15/5).

Indikasinya, kerusakan yang disebabkan hingga tingkat pengarangan kayu. Pihaknya sengaja membandingkan tingkat kerusakan bangunan dari satu blok dengan blok lain. Blok U dinilai paling parah. Pun tingkat pengarangan di blok U paling lama.

Banyak ditemukan abu yang disinyalir paling lama kena paparan api. Pihaknya juga memeriksa bekas rambatan api.

‘’Api setelah membakar pasti meninggalkan jejak. Baik di kayu maupun logam. Semua unsur itu mengarah di Blok U. Pemeriksaan kami fokuskan pada sumber panas di blok tersebut,’’ ujarnya sembari menyebut kecurigaan juga diperkuat keterangan saksi.

Sumber panas di blok U, kata dia, ada dua. Yakni, listrik dan anglo. Pun, sampel yang dibawa juga tak jauh dari dua objek itu. Sebuah, anglo dan dua kabel yang dicurigai turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya juga membawa sampel abu dan sebuah travo.

‘’Semua kemungkinan masih bisa terjadi. Bahkan, butuh pemeriksaan lebih lanjut di lokasi untuk mencari bukti lain jika diperlukan. Jadi belum bisa disimpulkan,’’ terangnya.

Dugaan api berasal dari anglo awalnya cukup kuat. Sebab, listrik masih menyala saat awal kejadian. Aktivitas jual beli di areal parkir barat pasar juga masih berlangsung seperti biasa saat kepulan asap membubung dari atap.

Namun, listrik masih mungkin menyala jika jaringannya berbeda. Aliran otomatis padam dalam satu jaringan. Dia menduga listrik di areal parkir terpisah dari jaringan bagian dalam.

‘’Listrik di sini belum bisa diketahui sebagai penyebab atau akibat,’’ jelasnya.

Itu, kata dia, baru dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium. Utamanya bagian logam sampel kabel. Kerusakan logam biasanya sepotong-potong atau menyeluruh. Kerusakan sepotong dimungkinkan api berasal dari luar kabel.

Itu berarti kabel sebagai akibat. Bukan penyebab. Begitu sebaliknya, api diduga berasal dari hubungan arus pendek jika kerusakan logam menyeluruh.

‘’Kalau panas dari dalam kerusakannya menyeluruh,’’ terangnya sembari menyebut minimal butuh waktu seminggu untuk mengetahui penyebab kebakaran

Jemari, salah seorang saksi, juga menyebut api berasal dari Blok U. Dia sengaja didatangkan ke lokasi untuk membantu tim labfor.

Kuli angkut sekaligus penjaga malam pasar tersebut melihat api dari arah Blok U sekitar pukul 20.00. Dia sempat masuk ke areal pasar begitu mendengar ada info kebakaran.

Info tersebut didapatnya dari dua orang yang meminta izin masuk kawasan pasar beberapa saat sebelum kejadian. Dia tak mengenal dua orang yang masuk dengan alasan mematikan kipas angin di kios majikannya.

‘’Begitu masuk sebentar, keduanya langsung keluar lagi dan berteriak ada kebakaran. Begitu masuk api sudah besar. Saya keluar lagi dan mencari bantuan,’’ ujarnya sembari menyebut sempat membawa ember berisi air saat masuk pasar.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan menyebut pihaknya sejauh ini sudah memeriksa tiga orang saksi. Penjaga malam pasar, satpam dan karyawan toko barat pasar.

Kebanyakan saksi hanya melihat kepulan asap. Terkait keberadaan dua orang misterius yang diduga masuk ke kawasan pasar sebelum kebakaran, Rudi menyatakan butuh penyelidikan lebih lanjut.

‘’Kami akan panggil sejumlah saksi lain. Belum ada kesimpulan apa-apa,’’ tegasnya. (agi/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: