Selama Ramadhan, Speaker Masjid dan Musala di Kediri Dibatasi Sampai Jam 10 Malam

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KEDIRI - Pemkot Kediri beserta dinas terkait dan organisasi keagamaan di Kota Kediri telah menggelar rapat koordinasi (rakor) jelang Ramadan 1.438 H di kediaman KH Kafabihi Makhrus di Pondok Pesantren Lirboyo, Jumat (26/5/2017).
Suasana rapat koordinasi (rakor) jelang Ramadan 1.438 H di kediaman KH Kafabihi Makhrus di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jumat (26/5/2017). Dalam rakor ini disepakati bahwa speaker masjid dan musala hanya dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. Surabaya.tribunnews.com/Didik Mashudi

Rakor ini merupakan rakor lanjutan yang telah diselenggarakan 9 Mei 2017 di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri.

Materinya membahas kebijakan mengenai Ramadhan di Kota Kediri.

Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, salah satu materi yang dibahas mengenai penggunaan speaker di masjid dan musala. Dari hasil rakor disepakati speaker bisa dinyalakan hingga pukul 22.00 WIB.

Setelah pukul 22.00 WIB, jika masih ada kegiatan tadarus bisa menggunakan speaker dalam ruangan. Penggunaan speaker dalam ruangan ini agar tidak mengganggu tetangga yang sedang beristirahat.

"Speaker bisa dinyalakan lagi 90 menit sebelum salat Subuh untuk menyerukan kepada warga saatnya makan sahur," tambahnya.

Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar, juga menanggapi permintaan ormas yang menginginkan adanya penjadwalan resmi waktu imsakiyah yang sama di media televisi dan radio di Kota Kediri.

"Untuk jadwal waktu imsakiyah, nanti akan dikoordinasikan Bagian Kesra dan Kementerian Agama untuk nantinya bisa di distribusikan kepada setiap Lurah dan media massa maupun media sosial di Kota Kediri," ungkapnya.

Khusus untuk tempat usaha yang tidak diperbolehkan beroperasi di Bulan Ramadan, Mas Abu telah meminta kesiapan Satpol PP untuk berpatroli mengawasi aktivitasnya.

"Kalau ada tempat karaoke, hiburan malam atau diskotek sampaikan laporan ke saya agar nanti kita cabut saja izin usahanya," jelas Mas Abu.

Walikota juga menyampaikan bahwa sinkronisasi kebijakan dibutuhkan agar pelaksanaan Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan lebih baik dan lancar dari tahun sebelumnya.

"Toleransi juga harus kita jaga bersama, yang muslim maupun non muslim ayo jaga toleransi agar Kota Kediri selalu menjadi kondusif," ungkapnya.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: