Sindikat Perampok dengan Modus Kempes Ban, Di Tangkap Anggota Polres Ngawi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI - Kalau jadi tukang tembel ban tentu Adi Cahyono dan Abdi Rizki Ramadhan tidak bakal berurusan dengan hukum. Tapi keduanya justru memilih jadi tukang kempes ban yang kerap menarget nasabah bank.

Lho kok bisa? Dua warga Sumatera Selatan itu terindikasi jadi anggota sindikat perampok bermodus kempes ban. Namun petualangan Adi Cahyono dan Abdi Rizki Ramadhan berakhir usai diringkus aparat Polres Ngawi.
Dua tersangka sindikat perampok bermodus kempes ban diringkus petugas. Loditya Fernandez/Radar Ngawi 

Penangkapan duo perampok itu berawal dari laporan Nanda Rizxy Lillah, warga Desa Sukowiyono, Padas, Ngawi. Uang Rp 85 juta miliknya raib setelah digondol kawanan perampok bermodus kempes ban.

Nanda mengalami apes di jalan Trunojoyo, Ngawi. Tepatnya di  depan rumah makan Bu Djar pada Selasa (8/11) tahun lalu. Polisi yang mendatangi lokasi kejadian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

‘’Baik korban juga tukang parkir rumah makan Bu Djar dimintai keterangannya, ‘’ ungkap Kanit IV Reskrim Polres Ngawi, Ipda Basuki Rahmad.

Polisi berhasil mendapatkan ciri - ciri pelaku berikut kendaraan yang digunakan beraksi. Petugas pun melakukan lidik. Disaat bersamaan, perampokan kembali terjadi di Pemalang.

Saat itu polisi sudah menduga ada benang merah antara kejadian di Ngawi dengan peristiwa di Pemalang. Berbekal kecurigaan dan informasi ciri ciri pelaku, Petugas Polres jajaran melakukan pengejaran.

‘’Akhirnya berhasil tertangkap di jalan raya masuk Pekalongan,‘’ tambahnya.

Keduanya pun digelandang ke Polres Ngawi untuk menjalani pemeriksaan. Adi Cahyono, warga Kelurahan Sei Selayu, Kecamatan Kalidoni, Pelembang, dan Abdi Rizki Ramadhan, warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, mengakui perbuatannya.

‘’ Mulai Magetan, Pemalang juga daerah lainnya, ‘’ imbuhnya.

Aksi yang dilakukan keempat komplotan tersebut terbilang rapi. Sebelum kejadian, Salah seoran gpelaku berinisia D (masih buron) mendatangi Bank BNI di jalan PB Sudirman, Ngawi.

Ketika melihat Nanda Rizxy Lillah dan Mujini mengambil uang dalam jumlah besar, D segera menginformasikan hal tersebut kepada rekan lainnya. Korban yang menjadi target selanjutnya dibuntuti.

Sesampainya di simpang empat Kartonyono, mobil korban yang berhenti dipasangi paku oleh Abdi dan Aditya.

‘’ Caranya paku ditancapkan ke sandal. Kemudian di pasang di depan ban mobil korban. Setelah lampu hijau dan mobil berjalan, paku tertancap, ‘’ bebernya.

Abdi dan Aditya mendatangi mobil korban. Kedua pelaku memanfaatkan kelengahan Nanda Rizxy Lillah yang tengah mempompa ban. Dalam hitungan detik uang Rp 85 juta di tas selempang yang ditaruh di samping handrem digondol kabur.

‘’Setelah datang, pelaku membuka pintu dan mengambil tas berisi uang milik korban. Sedangkan pelaku lainnya (naik mobil,red) justru bertugas mengalihkan perhatian, ‘’ ungkapnya.

Menurutnya, kasus tersebut masih dalam pengembangannya. Pihaknya masih memburu kedua pelaku yang masih buron, D dan A. Dalam penangkapkan tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya pakaian, sandal, paku serta sebuah mobil Avanza yang digunakan pelaku beraksi. Pihaknya mengaku bakal menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan.

‘’Ancaman hukuman 9 tahun penjara, ‘’ tambahnya. (odi/pra/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: