Tak Bisa Tunjukkan Surat Nikah, Pasangan Mesum Ini Terpaksa Digelandang Polisi Tulungaggung

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SONGGOLANGIT.NET - Menjelang Ramadan bukannya rajin beribadah. Justru kelakuan empat pasangan bukan suami istri (pasutri) lebih memilih berbuat mesum dan berdua-duaan di kamar kos. Karena tidak bisa menunjukkan buku nikah, alhasil mereka digelandang petugas dari Kepolisian Polsek Tulungagung, TNI, pemerintahan Kecamatan Tulungagung dan Satpol PP, dalam razia gabungan, Kamis (18/5).

Saat digerebek petugas tersebut, empat pasangan muda-mudi mesum sedang asyik berduaan di dua kamar kos di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Dari lokasi sasaran pertama tim gabungan itu, terjaring dua pasang, yang pertama pasangan FA, 21, warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat dan KP, 20 warga Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung.

Pasangan kedua RA, 25, warga Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dan GS,25, warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Di lokasi ke dua di salah satu kos di Kelurahan Kepatihan aparat kembali berhasil mengrebek dua pasang bukan pasutri, yanki MS, 23, warga Desa/Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo dan LS,25, warga Desa/Kecamatan Kedungwaru, dan pasangan kedua MIM, warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru dan GFM, 19, warga Desa/Kecamatan Boyolangu.

Kapolsek Tulungagung Kompol Mustafa Al Hadar, melalui mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan antisipasi pengamanan menjelang Ramadan. Razia dimulai pukul 09.00 hingga 12.30. “ Kami berhasil mengamankan 4 pasangan yang diduga bukan suami istri dari dua kos yang ada di Kelurahan Kepatihan dari total 4 kos yang dilakukan razia,” jelasnya.

Beragam alasan disampaikan mereka saat petugas datang dan menggerebek kamarnya. Mulai dari sekedar istirahat, akan menikah, dan berbagai alasan lainnya, agar mereka lolos dari razia. Petugas yang tidak mau terkecoh, tetap meminta agar setiap pasangan menunjukkan surat bukti nikah. Saat itulah, semua pasangan hanya bisa menggelangkan kepala.

Di Polsek Tulungagung semua pasangan mesum diberi arahan dan didata oleh petugas. Dari situ diketahui, mereka tidak hanya dari Tulungagung tetapi juga berasal dari sejumlah kabupaten lain meliputi Blitar dan Ponorogo. Statusnya rerata lajang. “ Mereka kami beri arahan serta penekanan jika suatu waktu mereka tertangkap lagi, kami akan melakukan tindakan tegas. Termasuk memanggil keluarganya,” tegasnya.

Camat Tulungagung Pudji Astuti mengatakan, dari empat kos yang dirazia, dua di antaranya tidak memiliki izin kos. Padahal jika kos yang memiliki 10 kamar wajib memiliki izin dan juga wajib pajak. “ Sekitar 300 pemilik kos di sekitar Kabupaten Tulungagung, sekitar 90 persen belum memiliki izin. Itu karena kurangnya pemahaman para pemilik kos, kebanyakan menganggap jika memiliki kamar di bawah 10 tidak wajib memiliki izin, padahal tetap harus izin namun tidak wajib pajak ,” ungkapnya. (hki/din/JPG)

  
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: