Yusuf Mansur Bangkitkan Semangat Korban Longsor Ponorogo Melalui Tausiah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PULUNG – Kesedihan korban tanah longsor Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, sedikit terobati dengan kedatangan ustad Yusuf Mansur, Senin (1/5) kemarin. Ustad kondang dari Jakarta itu meninjau lokasi bencana yang mengakibatkan 28 korban hilang itu.
Ustad Yusuf Mansur (tengah berkacamata) disambut gembira warga Desa Banaran, Pulung, Senin (1/5).

Kedatangan ustad murah senyum itu menjadi hiburan tersendiri bagi korban bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Pun, melalui tausiahnya, Ustad Yusuf Mansur mencoba membangkitkan semangat para korban.

‘’Beliau memang ingin ke sini (Banaran),’’ kata Ribut Riyanto, salah seorang anggota DPRD Ponorogo, Senin (1/4).

Ustad Yusuf Mansur tiba di Ponorogo sekitar pukul 11.00 dan langsung minta diantar ke lokasi bencana. Ustad muda itu datang ke masjid desa setempat yang disambut antusiasme korban dan warga.

Mulai anak-anak hingga ibu-ibu. Ustad meminta warga terdampak bencana tidak takut. Sebab, mereka tidak sendiri. Banyak saudara muslim maupun nonmuslim yang mendampingi.

‘’Beliau menyampaikan untuk tetap ingat kepada Allah SWT. Berserah diri dan tidak perlu takut berlarut-larut,’’ ujarnya.

Ustad Yusuf Masnur, kata dia, juga minta keluarga korban yang ditinggalkan sabar dan ikhlas. Sebab, korban bencana bakal diganjar surga tanpa hisap. Yakni, korban yang tengah bekerja dengan niat ibadah.

Apalagi, rata-rata korban tanah longsor Banaran sedang bekerja memetik jahe. Beberapa yang sedang di rumah juga beraktivitas di jalan Allah. Biar pun hanya urusan memasak untuk keluarga. Orang yang meninggal saat beribadah bakal husnul khotimah.

‘’Tausiah beliau cukup membantu warga Banaran semakin semangat ke depan,’’ terangnya.

Ribut menambahkan, ustad tertarik mendirikan pondok pesantren di wilayah lereng Gunung Wilis. Hanya, lokasinya belum ditentukan. Selain itu, udara dan suasana alam di sana masih asri.

Sehingga, dinilai nyaman untuk kegiatan belajar-mengajar. Khususnya, ilmu agama. Ribut menyebut rencana itu hampir pasti.

‘’Kalau ada ponpes setidaknya ada tempat untuk anak-anak di sekitar sini yang butuh tempat tinggal sekaligus belajar ilmu agama,’’ pungkasnya. (agi/sat/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: