10 Pengendara Harley Davidson Dirazia Polantas di Surabaya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Surabaya - Satlantas Polrestabes Surabaya menggelar operasi patuh semeru 2017 di Jalan Panglima Sudirman (Sebelah timur) Monumen Bambu Runcing. Saat menggelar operasi, melintas 10 pengendara sepeda motor gede (Moge) Harley Davidson. Polisi lalu lintas (polantas) pun menghentikan dan memeriksa identitas kendaraan maupun pengendaranya.

"Kita periksa semua kendaraan sesuai prosedur dan tidak ada yang diistimewakan," kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar di sela Operasi Patuh Semeru 2017, Sabtu (3/6/2017).

Adewira mengatakan, operasi ini adalah atensi pimpinan, untuk mengajak masyarakat tertib berlalu lintas. Termasuk pada pengendara moge Harley Davidson.

"Dari 10 kendaraan moge yang kita periksa, semua. Diminta menunjukkan STNK dan SIM, semuanya lengkap dan kami persilahkan untuk melanjutkan perjalannnya lagi," jelasnya.

Edo, salah satu rombongan moge Harley yang tergabung dalam rombongan Harley Davidson Community Indonesia (HDCI) Surabaya, membenarkan, rombongannya ikut diperiksa petugas Satlantas.

"Ya kita nyantai saja, karena kita juga taat aturan. STNK, SIM juga lengkap. Setelah semuanya sudah diperiksa sesuai prosedur, ya kita melanjutkan perjalanan lagi," kata Edo yang juga Humas HDCI Surabaya, sambil menambahkan, rombongannya hanya berkeliling di Kota Surabaya.

Sementara Ketua HDCI Surabaya Tony Wahyudi mengatakan, sebagai warga negara yang tertib hukum. Siapa saja harus patuh dan taat aturan hukum, termasuk pengendara motor gede.

"Ketika ada pemeriksaan (razia), ya harus dihadapi dan bertanggungjawab. Kalau misalnya tidak bawa SIM, ya harus rela ditilang. Alhamdulillah, tadi pemeriksaan di Bambu Runcing, semua anggota kami tertib dan tidak ada yang kena tilang," kata Wahyudi alias Yudi Gendut.

Ia menerangkan, clubnya tidak hanya jalan-jalan atau touring saja. Namun, juga mengusung kegiatan sosial yang menjadi tujuan utama organisasinya itu. Seperti, kegiatan sosial selama bulan ramadan yakni, bagi-bagi takjil, buka puasa on the road, bagi-bagi paket lebaran, sembako bagi anak-anak yatim pitau dan kaum dhuafa. Belum lagi, kegiatan sosial di luar ramadan seperti, bedah rumah, memberikan sumbangan ke yayasan kanker dan kegiatan sosial lainnya.

"Semua dana untuk kegiatan sosial itu murni dari urunan anggota HDCI. Ya kebetulan anggota ada yang memiliki rezeki lebih," jelasnya.

Sumber : detik.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: