21 Warga Berebut Adopsi Bayi Misterius di Magetan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Bayi perempuan yang ditemukan di Desa/Kecamatan Kartoharjo kini menjadi rebutan warga. Sedikitnya 21 orang telah mendatangi kantor dinas sosial (dinsos) setempat mengutarakan niatannya untuk mengadopsi.

Puluhan calon orang tua angkat itu lebih mempunyai hati daripada orang tua kandung bayi yang dipanggil Siti –sesuai nama dokter Siti Arifatus yang merawat di ruang Perinatologi RSUD dr Sayidiman- itu.

‘’Ada juga dari Madiun dan Ngawi yang tanya-tanya lewat telepon,’’ ujar Kepala Dinsos Parni, Kamis (8/6).

Parni mengungkapkan, sejauh ini belum ada proses pengadopsian. Sebab, status hukum bayi belum sah milik negara sebelum ada finalisasi penyerahan.

Itu lantaran bayi sedang dalam perawatan RSUD dr Sayidiman. Pun polisi masih memburu pelaku pembuangan yang diduga orang tua kandungnya.

‘’Kami khawatir ada benturan status hukum sebelum ada proses penyerahan,’’ katanya.

Dia menjelaskan, bayi bisa dikuasai negara seandainya polisi tidak bisa menemukan orang tua kandungnya. Sementara, jika ditemukan, orang tua wajib merawatnya. Meski begitu, lanjut Parni, perlu dilihat terlebih dulu situasi dan kondisinya.

‘’Kalau orang tuanya miskin atau dipidana penjara akan coba ditawarkan ke kerabat atau saudaranya,’’ urainya.

Parni menambahkan, proses pelimpahan tidak hanya bergantung hasil penyelidikan polisi. Melainkan juga mempertimbangkan kondisi kesehatan bayi. Jika kondisinya belum stabil, proses pelimpahannya belum bisa dilakukan.

‘’Sebab, nantinya bayi akan kami serahkan ke Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Dinsos Jawa Timur,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan, PSAB merupakan tempat yang dikhususkan untuk menampung balita yang ditelantarkan orang tuanya. Di tempat itu pula bayi yang dibuang area persawahan itu akan dirawat sampai ada orang yang mengadopsinya.

‘’Proses pengadopsian jadi wewenang Dinsos Jatim. Kami sebatas memfasilitasi pendaftaran bagi calon adopter. Kami sediakan formulir pendaftaran dan persyaratan yang nantinya diproses PSAB,’’ terangnya. (cor/isd/jprm)

Sumber : jawapos.com

Ingin Mengadopsi Siti, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Meski telah ditelantarkan oleh orang tua kandungnya yang tidak bertanggung jawab, bukan berarti warga mudah mengadopsi Siti. Banyak syarat yang harus dipenuhi calon orang tua angkat bayi perempuan malang tersebut.

Sayangnya, status hukum bayi tersebut belum sah milik negara sebelum ada finalisasi penyerahan. Itu lantaran bayi sedang dalam perawatan RSUD dr Sayidiman. Pun polisi masih memburu pelaku pembuangan yang diduga orang tua kandungnya.

Kepala Dinsos Magetan, Parni mengungkapkan jika bayi perempuan yang jadi rebutan itu bakalan diserahkan ke Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Dinsos Jawa Timur. Dia menjelaskan, PSAB merupakan tempat khusus menampung balita yang ditelantarkan orang tuanya.

Di tempat itu pula bayi yang dibuang area persawahan itu akan dirawat sampai ada orang yang mengadopsinya. Jadi proses pengadopsian jadi wewenang Dinsos Jatim.

‘’Kami sebatas memfasilitasi pendaftaran bagi calon adopter. Kami sediakan formulir pendaftaran dan persyaratan yang nantinya diproses PSAB,’’ terangnya.

Parni menyebut proses pengadopsian diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak didukung Peraturan Pemerintah (PP) 54/2007. Juga diperjelas secara rinci dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) 110/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak.

‘’Dari aturan itu proses adopsi anak yang sah membutuhkan waktu cukup panjang,’’ katanya.

Dari peraturan tersebut diketahui adopsi hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak. Tidak boleh memutus hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya.

Pun calon adopter harus berumur minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun, dan sudah menikah minimal lima tahun. Calon pengadopsi belum mempunyai anak atau hanya memiliki seorang anak atau divonis tidak mungkin mempunyai anak dari dokter ahli kandungan rumah sakit pemerintah.

Pengadopsi juga harus berasal dari keluarga ekonomi mampu dibuktikan surat keterangan dari tempat bekerja. Kemudian, harus berkelakuan baik, sehat jasmani-rohani dan sehat secara mental berdasarkan keterangan psikolog.

Dokumen persyaratan tersebut akan diverifikasi PSAB. Kemudian diuji kelayakan dengan survei rumah calon adopter. Jika dinilai layak bisa diasuh, tapi dengan pengawasan perkembangannya selama enam bulan.

Selanjutnya akan ada rekomendasi pengasuhan permanen ke Kemensos. Jika sudah mengantongi surat persetujuan Kemensos akan dilakukan penetapan hukum oleh pengadilan negeri calon adopter.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt kepala pelaksana BPBD Magetan itu menjelaskan jika pelimpahan ke PSAB menunggu kondisi kesehatan Siti - panggilan bayi perempuan yang disesuaikan nama dokter Siti Arifatus yang merawat di ruang Perinatologi RSUD dr Sayidiman- itu stabil. (cor/isd/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: