Awas! Desa Talun Ngebel Waspada Longsor

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGEBEL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menetapkan Desa Talun, Kecamatan Ngebel, sebagai salah satu daerah rawan longsor dan perlu diwaspadai.
Warga melihat kondisi tanah longsor di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Minggu (4/6/2017). (Istimewa/BPBD Ponorogo)

Apalagi, beberapa hari lalu telah terjadi bencana tanah longsor di desa tersebut. Plt. Kepala BPBD Ponorogo, Sumani, mengatakan ada lima kecamatan yang saat ini masuk peta daerah rawan longsor, yaitu Ngebel, Pulung, Slahung, Sooko, dan Sawoo.

Lokasi rawan longsor lebih dari 10 titik yang tersebar di lima kecamatan itu. “Itu titik-titik yang kami pantau, Ponorogo bisa dikatakan masih rawan tanah longsor,” kata dia kepada wartawan, Kamis (8/6/2017).

Sumani menyampaikan pada Minggu (4/6/2017) sekitar pukul 00.00 WIB lalu telah terjadi longsor di Dukuh Sidomukti, Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Tanah longsor menimpa areal persawahan di desa tersebut.

Akibat yang ditimbulkan dari tanah longsor itu, areal persawahan sepanjang 10 meter tertutup material tanah dan disertai tanah retak dengan panjang sekitar 100 meter. “Saat tanah longsor itu terjadi, terdengar suara gemuruh dan kemudian warga melihat longsor itu dari kejauhan. Pagi hari, warga beserta perangkat desa melihat lokasi dan menemukan tanah longsor itu,” jelas Sumani.

Jika terjadi longsor susulan, kata Sumani, dimungkinkan akan mengenai dan merusak jalan poros desa yang menghubungkan antara Dukuh Kasihan dan Dukuh Sedayu. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam bencana alam itu.

“Kami mengimbau pemilik sawah yang terkena longsor serta warga sekitar tidak berada di lokasi karena ditakutkan terjadi longsor susulan,” kata dia.

Sumber : solopos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: