Buntut Peredaran Daging Sapi Gelonggongan, Dewan Tuding Pemkab Ponorogo Lemah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Dugaan beredarnya daging sapi gelonggongan di Kabupaten Ponorogo disesalkan sejumlah kalangan. Apalagi pada momen Ramadan dan menjelang lebaran, saat permintaannya sedang tinggi.

‘’Kalau pengawasan dari dinas terkait bagus pasti tidak akan kecolongan,’’ kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Sunarto, Kamis (1/6).

Menurut Sunarto, nyaris setiap Ramadan dan lebaran muncul temuan daging gelonggongan di Ponorogo. Modusnya pun sama. Daging tak layak konsumsi tersebut diangkut kendaraan roda empat melewati jalur pinggiran.

Seperti kasus kali terakhir di jalan Ki Ageng Mirah, Setono, Jenangan. Beruntung, polisi berhasil menggagalkan ‘penyelundupan’ daging sapi yang diduga gelongongan asal Magetan tersebut saat melintas di jalan tersebut, Senin (29/5) sekitar pukul 02.00 dini hari.

‘’Jumlahnya memang tidak banyak. Tetapi tetap saja kami sayangkan. Seharusnya ini tidak terjadi,’’ terangnya.

Pemkab, kata dia, wajib lebih waspada. Pengungkapan praktik jual beli 1,8 kuintal daging sapi tak layak konsumsi tersebut merupakan sinyal masih maraknya praktik culas pedagang. Dia berharap pemkab lebih hati-hati dan bekerja lebih sungguh-sungguh.

Dia menuding keamanan peredaran makanan lemah. Kontrol nyaris tidak ada. Kasus ‘penyelundupan’ daging seharusnya dapat diantisipasi. Apalagi, modus dan caranya relatif sama. Jalur yang digunakan juga tidak berubah.

‘’Seharusnya ada petugas khusus yang berjaga di jalur-jalur yang dicurigai saat momen seperti ini,’’ desaknya.

Dia menambahkan, koordinasi lintas-sektoral juga kurang. Pemkab harus segera berkomunikasi dengan daerah tetangga. Koordinasi dapat ditindaklanjuti dengan sama-sama menjaga daerah perbatasan.

Namun, dia menyebut hal itu belum terlihat. Pemkab terkesan ogah dan lebih memilih menyelesaikan urusan masing-masing. Begitu juga dengan hubungan antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi lain di daerah.

‘’Penanganan kasus seperti ini butuh koordinasi lintas-sektoral. Mulai di internal pemkab hingga dengan daerah lain,’’ ujarnya sembari bakal mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) segera.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ponorogo Harmanto mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian pasca-penangkapan daging yang diduga gelongongan itu. Pun, pihaknya sudah datang ke Mapolres Ponorogo untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut Harmanto, daging yang disita polisi masih dalam pemeriksaan laboratorium. Belum dapat dipastikan gelonggongan atau bukan. Pihaknya bakal menunggu hasil uji laboratorium  tersebut.

‘’Kami sudah datang ke mapolres untuk koordinasi. Ini masih menunggu hasil labnya,’’ akunya.

Dia membantah pengawasan lemah. Pihaknya sudah bekerja maksimal. Hanya, jumlah personelnya terbatas. Sedang, jalur yang dicurigai sebagai jalan masuk cukup banyak. Petugasnya sudah meninjau jalur-jalur tersebut. Namun, hanya secara berkala.

Dia mengimbau masyarakat tidak tergiur harga daging lebih murah. Apalagi dari pedagang yang belum dikenal. Sebab, ada kemungkinan daging bermasalah. Sebaliknya, masyarakat diminta membeli daging di pasar atau kios seperti biasa.

‘’Stok daging di Ponorogo aman dan kami pastikan sehat,’’ pungkasnya. (agi/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: