Curi Kotak Amal untuk Baju Lebaran Anak, Warga Sidoarjo Dihajar Massa

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Mojokerto - Sukri (38) warga Dusun Kesamben, Desa Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dihajar massa. Bapak anak ini dihajar massa setelah kepergok mencuri kotak amal di Musallah Roudotul Jannah, Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Aksi pencurian tersebut kepergok salah satu warga, Wagito saat hendak pulang. Namun ia curiga melihat sepeda motor Scoopy nopol W 4940 WD warna biru diparkir dalam kondisi kontak masih tertancap. Karena khawatir ada hal yang tidak diinginkan, Wagito mencoba mengecek ke dalam musalla.

Namun saat hendak masuk musalla, pelaku berlari dari dalam musalla melalui pintu samping. Wagita baru tahu kalau pelaku selesai mengambil isi kotak amal setelah melihat kotak amal musalla dalam keadaan rusak. Saat hendak dikejar, Wagito justru dipukul pelaku setelah pelaku terjatuh dari motor karena ditarik.

Saat hendak diamankan, pelaku justru mengeluarkan betel dari dalam bajunya. Ia pun panik dan meneriaki maling hingga akhirnya mengundang masyarakat sekitar datang. Warga yang mendengar teriakan Wagito, langsung mengejar pelaku dan berhasil ditangkap tepat di kali Dusun Gateng.

Pelaku sempat dihajar massa, sebelum akhirnya petugas datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku dan uang tunai Rp 482 ribu hasil kejahatan pelaku turut dibawa ke Mapolsek Ngoro untuk menjalani pemeriksaan.

Pelaku berkilah nekat mencuri kotak amal untuk membeli baju lebaran kedua anaknya. "Saya butuh uang untuk beli baju lebaran anak saya. Dua minggu ini, sepi kerjaan jadi saya nekat mencuri kotak amal. Saya cuma kuli bangunan," ungkapnya di hadapan penyidik, Rabu (14/6/2017).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ngoro, AKP Iwan Setiawan membenarkan, pelaku sempat dihakimi massa sebelum akhirnya berhasil diamankan. "Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku ternyata pemain lama yang kerap beraksi di beberapa wilayah, termasuk Mojokerto dan Sidoarjo," katanya.

Masih kata Kanit, pelaku merupakan residivis kasus yang sama dan tahun 2011 pelaku keluar penjara dengan kasus yang sama. Menurutnya, dalam aksinya pelaku bermodalkan kubut dan tang untuk merusak kotak amal dan mengambil uang di dalamnya. Uang hasil kejahatan tersebut disembunyikan di taruh di jok motor.

"Uang yang berhasil disita dari tangan pelaku sebesar Rp483 ribu, sementara barang bukti yang berhasik diamankan tang dan motor milik pelaku. Namun barang bukti berupa kubut dibuang pelaku saat dikejar oleh warga, kami masih melakukan pengembangan," pungkasnya.[tin/kun]

Sumber : beritajatim.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: