Ibu Bekerja Di Hong Kong, Anak Ketangkap Sedang Pesta Syahwat

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SURABAYA - Petugas dari satuan Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya selama bulan Ramadhan gencar melakukan razia guna meminimalkan kejahatan masyarakat utamanya yang melibatkan perempuan dan anak. Dalam razai gabungan yang digelar kemarin (09/06/2017), petugas menyisir beberapa tempat yang dicurigai digunakan untuk aktifitas syahwat dan pesta narkoba.

Hasilnya, sebanyak 42 orang berhasil diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hal mengejutkan dari 42 orang yang terjaring tersebut adalah tertangkapnya 4 orang ABG yang sedang menggelar pesta syahwat di sebuah hotel kelas melati. 4 orang ABG yang terdiri dari 3 laki-laki dan 1 orang perempuan ini tertangkap basah dalam kondisi tidak berpakaian sedang melakukan aktifitas syahwat. Setelah didata, 2 dari 4 ABG ini merupakan anak BMI.

”Saat ditemukan, mereka dalam keadaan tidak berpakaian di kamar nomor 224, sama seperti TKP beberapa yang terjaring lainnya. Namun, sementara masih kami selidiki lebih lanjut,” jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni kepada awak media.

Mereka adalah V (umur 18 tahun) anak BMI Hong Kong asal Lamongan, D (umur 19 tahun) anak BMI Hong Kong asal Sidoarjo, serta M (umur 18 tahun) dan K (umur 19 tahun) juga asal Lamongan. V sebagai satu-satunya perempuan mengaku sudah beberapa kali menggelar pesta syahwat dengan ketiga remaja tersebut. Mereka saling mengenal lantaran mereka merupakan lulusan sebuah SMU yang sama di Lamongan.

V dan D sebagai anak BMI yang secara finansial memiliki uang yang lebih ketimbang dua orang temannya yang lain seringkali menjadi bos yang mentraktir biaya bersenang-senang bagi keempatnya. Sebelum melakukan di Surabaya, usai konvoi lulusan SMU kemarin, mereka mengaku juga pernah melakukan pesta serupa di kawasan Tretes.

Kondisi ini tentu memprihatinkan. V dan M yang ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri, memiliki fasulitas uang yang lebih, longgar dalam pengawasan dan pengasuhan, hingga tidak mampu mengontrol diri dalam pergaulan yang bisa merusak generasi. Kepada petugas, V dan M mengaku sama-sama berasal dari keluarga yang tidak harmonis. V mengaku sebenarnya kecewa dengan kedua orang tuanya. Ayahnya kini entah dimana sedangkan ibunya tidak bisa menjadi teladan di masa tumbuh kembangnya.

“Ibu saya juga sering melakukan syahwat bebas dengan laki-laki yang ganti-ganti di Hong Kong. Saya pernah beberapa kali melihat foto dan videonya” aku V.

“Sebenarnya saya kecewa dengan kelakuan Bapak dan Ibu. Tapi mau gimana lagi, ibu sambil marah-marah saat foto dan videonya sampai di tanganku, bilang, aku tidak usah ikut campur. Aku disuruh diam, yang penting setiap bulan nerima uang dan semua kebutuhan akan dia penuhi” pungkasnya.

Sumber : apakabaronline.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: