Jika Terbukti Sakit Jiwa, Proses Hukum Vionina Magdalena Disetop

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Jakarta - Polisi sedang mendalami kasus viralnya video Vionina Magdalena tanpa busana di apotek. Kapolsek Tamansari, AKBP Erick Frendriz mengatakan jika hasil pemeriksaan Vionina Magdalena atau VM benar mengalami gangguan kejiwaan, maka proses hukum tidak dapat dilanjutkan.

"Ini kan baru pengobatan, tujuan observasi di Rumah Sakit Polri itu untuk mengetahui benar sakit atau tidak sakit," ujar Erick saat dikonfrimasi detikcom, Rabu (7/6/2017) malam.

Erick menjelaskan dalam pasal 44 KUHP, proses hukum tidak dapat dilanjutkan jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Namun Erick tidak menutup kemungkinan jika pelaku dinyatakan sehat, kasus ini dapat segera dilanjutkan prosesnya.

"Karena kalau sakit tidak bisa diproses, karena pasal 44 KUHP nggak boleh gangguan jiwa diproses. Kalau tidak sakit diteruskan prosesnya, karena saya merasa bukti sudah cukup, saksi-saksi dan alat bukti sudah cukup untuk undang-undang pornografi," jelas Erick.

Erick mengatakan jika pelaku benar mengalami gangguan kejiwaan maka akan diberi rujukan untuk pengobatan lanjutan. Pengobatan itu akan dilanjutkan oleh pihak keluarga.

"Kalau benar sakit ya akan diobati dan dirujuk oleh RS Polri, untuk diobati di mana. Stelah itu nanti keluarganya yang melanjutkan," katanya.

Hingga saat ini Vionina masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Polri. Pemeriksaan tersebut paling cepat selesai dalam kurun waktu 3 hari, agar hasil yang dikeluarkan tidak salah dan akurat.

Cerita Keluarga Soal Kejiwaan Vionina Magdalena dan Rekam Medis

Keluarga terkejut saat tahu aksi Vionina yang tanpa busana menjadi buah bibir di media sosial. Mereka lalu mencari jejak Vionina setelah video itu beredar dan menjadi viral.

Penyidik Polsek Metro Tamansari telah meminta keterangan dari keluarga Vionina pada Rabu 7 Juni 2017. Kapolsek Tamansari AKBP Erick Frendriz mengungkapkan keluarga tidak menyangka Vionina menanggalkan pakaiannya di dalam taksi, lalu jalan-jalan dan belanja di apotek di kawasan Mangga Besar pada Jumat 2 Juni malam hari. Aksi Vionina kemudian direkam oleh seseorang sehingga menjadi viral.

Keluarga saat itu langsung mencari Vionina yang pergi meninggalkan apartemennya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan tersebut menuju kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Namun polisi lebih dahulu menemukan dan mengamankan Vionina.

Kepada polisi, keluarga memberikan dokumen Vionina dirawat sejak 3 tahun silam. Dokumen itu dijadikan bukti dalam penyelidikan. "Dan itu juga disampaikan surat dari OMNI terkait dengan hasil dari rekam medis dari saudari VM itu," Kata Kurniawan.

Vionina sebelumnya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan observasi. Saat tiba di rumah sakit, Vionina begitu gelisah. "Kemarin datang dengan kondisi yang gelisah, namun sekarang yang bersangkutan sudah relatif tenang dan kita akan observasi lebih lanjut untuk perkembangannya," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pelayanan Keperawatan RS Polri dr Yayok Witarto.

Kini, Vionina masih diperiksa oleh 3 dokter spesialis dan psikiater hingga Jumat 9 Juni 2017. Dia harus menjalani serangkaian observasi oleh tim psikiater mulai dari proses anamnesa (wawancara antara pasien dan dokter), pemeriksaan kondisi fisik, hingga pemeriksaan di laboratorium. Dilakukan juga pengecekan terhadap obat penenang yang diduga membuat Vionina berhalusinasi.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: