Kasihan, Demi Sekolah Anak, Ibu Rumah Tangga di Kediri Nekat Berjudi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KEDIRI -  Seorang ibu rumah tangga berinisial IN duduk bersimpuh saat berada di Polres Kediri, Selasa (2/2/2017).

Wajahnya terlihat pucat. Ia tampak terbata-bata saat menjawab pertanyaan dari Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono, terkait keterlibatnya dalam perjudian.
Tersangka IN saat ditanyai oleh Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono, Selasa (2/6/2017).

Warga Kecamatan Ngadiluwih ini harus berurusan dengan polisi karena terlibat dalam dunia perjudian togel.

Wanita berusia 40 tahun ini merupakan salah satu tersangka perjudian yang ditangkap oleh Polres Kediri dalam Operasi Pekat 2017.

IN mengatakan, terpaksa menjadi seorang pengepul judi karena kepepet biaya kebutuhan hidup. Dari hasil perjudian itu tersangka mendapat komisi 15 sampai 20 persen.

"Hasil judi buat biaya anak sekolah," ujar IN.

Sesuai pengakuannya, IN sudah lama menjadi pengepul judi togel. Karena itu, dia kerap menerima tombokan nomor judi dari para penjudi.

"Ini cuma kerja sampingan saja. Biasanya ya cuma ibu rumah tangga biasa," terangnya.

IN mengaku masih maraknya judi togel di wilayah Kabupaten Kedirilah yang membuat dia terus eksis menggeluti bisnis haram tersebut.

"Baru kali ini tertangkap. Sudah kapok tak ingin lagi judi lagi," ungkapnya.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono menjelaskan setidaknya dari hasil tangkapan operasi pekat ini pihaknya menangkap 14 tersangka dari 10 laporan polisi (LP).

"Seluruh tersangka yang ditangkap masing-masing terlibat dalam kasus perjudian yang berbeda," terang AKBP Sumaryono.

Adapun barang bukti dari 14 tersangka polisi menyita delapan polsek milik para tersangka.

Tiga pack kartu remi dan sebuah meja bilyard yang dipakai menjadi arena judi.

"Selain itu kami menyita uang tunai hasil judi sebesar Rp 5.000.000," imbuhnya.

Para tersangka dijerat pasal 303 ayat I KUHP ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: