Keren, Napi Lapas Blitar Tulis Tangan Al-Quran Ukuran Raksasa

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BLITAR – Seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Blitar, Ahmad Yani (41) berhasil menulis mushaf kitab suci Al-Quran berkuran besar. Mushaf Al-Quran tersebut berukuran panjang 120 centimeter dan lebar 95 centimeter. Al-Quran itu ditulisnya sejak awal Ramadhan ini.
Ahmad Yani menulis mushaf Al-Quran ukuran raksasa disaksikan Kalapas II B Blitar, Rudi Sardjono (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Al-Quran berukuran jumbo tersebut saat ini sudah selesai 3 juz dan ditargetkan akan selesai 30 juz dalam lima bulan kedepan.

Ahmad Yani mengaku awalnya tidak mahir dalam seni kaligrafi. Warga Dusun Serut, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini mengaku belajar kaligrafi secara otodidak saat berada di dalam lapas. Ide menulis Al-Quran raksasa tersebut datang dari Kalapas II B Blitar, Rudi Sardjono.

“Banyak hikmah yang saya dapat selama proses penulisan Al Quran ini. diantaranya adalah belajar sabar serta sebagai bentuk instropeksi diri akan kesalahan-kesalahan di masa lalu,” ujar napi kasus illegal loging yang divonis 1 tahun empat bulan penjara.

Ahmad Yani menandaskan siap mengabdikan seluruh hidupnya untuk menulis Al-Quran jika ada yang membutuhkan. Ia ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa narapidana mampu menjadi orang yang kreatif dalam berkarya.

"Saya juga ingin membuktikan kepada masyarakat, meskipun kita berada di dalam tahanan namun kita tetap bisa berkarya, kita tetap bisa bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat,” tukasnya.

Sementara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Blitar, Rudi Sarjdono mengatakan ide menulis Al-Quran raksana tersebut muncul setelah ia melihat Ahmad Yani yang sering menuangkan goresan kaligrafi di atas kertas.

Sebelumnya, terang Rudi, Ahmad Yani sudah pernah menulis Al-Quran ukuran normal dan saat ini diserahkan ke Masjid Agung Kota Blitar.

“Ia (Ahmad Yani) mahir dalam kaligrafi, lalu kita dorong dia untuk menulis Al-Quran dalam ukuran raksasa,” kata Rudi kepada wartawan di Blitar, Senin (12/6/2017).

Dijelaskannya, setelah selesai pembuatannya Al-Quran raksasa tersebut akan diverivikasi oleh kementerian agama untuk diperiksa kebenaran tulisan dan tanda bacanya. Dan berikutnya diserahkan ke Masjid Agung Wlingi, Kabupaten Blitar.

“Kita serahkan ke Masjid Agung Wlingi karena dalam proses penulisan kita banyak mendapat dukungan dari Pemkab Blitar dan Takmir Masjid Agung Wlingi,” tutupnya.(*)

Sumber : jatimtimes.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: