Penjual Daging Sapi Gelonggongan Asal Magetan Sudah Beberapa Kali Ditahan Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Praktik penggelonggongan sapi belum lenyap dari Magetan. Penangkapan Aris Prasetyo, 48, yang mengangkut sedikitnya 1,8 kuintal daging sapi diduga gelonggongan oleh Satreskrim Polres Ponorogo, Senin lalu (29/5) menjadi buktinya.

Tidak ingin menanggung sendiri, warga Desa Sumberejo, Maospati, itu pun "berkicau". Dihadapan penyidik, Aris mengaku jika daging tersebut berasal dari seseorang berinisial S, 59, warga Desa Ngujung, Maospati.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan Kustini mengaku sudah tidak asing lagi dengan sosok S. Pasalnya, pedagang sapi sekaligus jagal asal Desa Ngujung itu memiliki rekam jejak buruk dalam penjagalan sapi.

Menurut dia, tidak kali ini saja S terbelit masalah hukum. Beberapa kali pria itu pernah ditahan polisi karena kasus penggelonggongan sapi.

‘’Sudah lama sekali. Kalau tidak salah dia pernah ditangkap saat mengirimkan ke Sidoarjo,’’ kata Kustini, Selasa (31/5).

Kustini menjelaskan, karena rekam jejak S, dirinya pun mengambil langkah waspada. Inspeksi mendadak (sidak) pun seringkali dilakukan ke tempat S.

Namun, upaya itu tampaknya tidak membuat S keder. Kustini mengungkapkan jika kali terakhir pihaknya memantau tempat penyembelihan S beberapa hari lalu. Wakt itu, pihaknya datang tengah malam.  Itu sebagai antisipasi agar tidak kembali melakukan praktik culas tersebut. Setiap kali dilakukan pemantauan, juga diikuti dengan peringatan agar tidak melakukan penggelonggongan.

‘’Eh ternyata sudah ada kejadian penangkapan di Ponorogo,’’ ujarnya sambil geleng-geleng kepala.

Dia mengungkapkan, tahun ini pihaknya membuat perubahan dalam teknis sidak. Jika sebelumnya melangkah sendirian, kini ada perjanjian kesepakatan dengan Satreskrim Polres Magetan dan satpol PP.

‘’Sehingga jika ditemukan adanya praktik penggelonggongan bisa langsung ada penindakan,’’ ujarnya. (cor/isd/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: