Polisi Grebek Pabrik Pengolahan Beras Berbahan Kimia di Kabupaten Malang

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Malang - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Malang menduga kuat belasan ribu ton beras oplosan hasil produksi sebuah gudang pengolahan beras di Jalan Sultan Agung, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, digerebek Polres Malang, telah beredar di masyarakat.

"Secara keseluruhan, total beras yang sudah beredar berdasarkan sirkulasi barang sesuai kebutuhan masyarakat rata-rata 30 ton per hari," ungkap Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Malang, Hasan Tuwasikal kepada wartawan, Selasa (6/6/2017).

Hasan mengungkapkan, sesuai pengakuan pemilik usaha, gudang pengolahan beras itu sudah beroperasi selama 1,5 tahun atau sekitar 540 hari. Sehingga beras yang beredar di Malang Raya, Surabaya dan Kalimantan diperkirakan sudah mencapai 16.200 ton.

Karena itu, masyarakat harus waspada terhadap peredaran beras yang dikemas dalam 10 merk dengan nama berbeda itu. "Kita harapkan masyarakat bisa teliti dan waspada terhadap beras yang dibeli," terang Hasan.

Dijelaskan, bahwa tidak semua perizinan dilengkapi oleh pelaku usaha. Seperti izin gangguan (Ho), izin industri, dan izin gudang belum dimiliki pemilik usaha.

Hanya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) saja yang dikantongi pelaku usaha, itupun baru dimiliki. Apalagi dalam proses pengolahan diduga menggunakan bahan kimia berbahaya.

"Sebab itu, kuat dugaan Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dilanggar oleh pemilik usaha," terangnya.

Ditambahkan, dugaan pengoplosan beras diyakini dengan keberadaan tiga unit mesin pengolahan, yang mana beras dengan kondisi buruk (kecoklatan) akan berubah menjadi putih dengan menggunakan bahan-bahan kimia.

Seperti diketahui, Polres Malang menggerebek UD. Widodo diduga melakukan praktik pengoplosan beras. Ratusan ton beras kemasan disita termasuk bahan-bahan kimia.

Dari penggerebekan itu, barang bukti disita dari gudang beralamatkan di Jalan Sultan Agung No 90, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, adalah kurang lebih 120 ton beras, bahan-bahan kimia campuran, tiga mesin pengolahan, sejumlah sampel bahan awal sampai hasil pengolahan.

"Penanganan akan menggunakan Undang-Undang Perindustrian, Undang-Undang Pangan dan tindak pidana penimbunan beras," tegas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung terpisah.

Dikatakan, penggerebekan berawal dari laporan masyarakat adanya dugaan praktek pengolahan beras di lokasi kejadian.

"Di sana ditemukan pengolahan produksi beras dan produksi minyak curah. Beras yang kondisi jelek (banyak kutu, warna hitam, dan kotor) kemudian diolah sedemikian rupa dengan menggunakan tiga mesin. Diduga dalam proses pengolahannya menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya seperti insektisida untuk menghaluskan, memutihkan dan menghilangkan kutu beras," tegas Kapolres.

Disampaikan juga, produksi sudah berjalan selama 1,5 tahun. Hasil pemeriksaan sementara pelaku usaha juga tidak memiliki izin industri dan HO baik untuk pengolahan beras maupun minyak curah.

"Untuk beras dikemas menjadi 10 jenis merek. Sementara minyak curah dikemas dengan satu merek," sambung Kapolres.
Dalam hal ini Tim Satgas membawa sempel baik beras yg uda jadi dan Bahan Kimia untuk diuji dilabfor

Merk beras yang memakai Bahan Kimia adalah:

  1.  Jagung Mas
  2.  Beras Maju
  3.  Dewi Kunti
  4.  Empat Mata Merah
  5.  Empat Mata Biru
  6.  Empat Mata Hujau
  7.  Lele
  8.  Cendrawasih
  9.  Tomat
  10. Dua Jago
Sumber : klikapa.com dan detik.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: