Sibuk Pencet HP, Pengendara Motor Di Madiun Tewas Disambar Mobil

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Nyawa taruhannya jika pecah fokus saat berkendara. Seperti dialami Rita Sari Dewi, 29, yang meregang nyawa lantaran naik sepeda motor sambil mengoperasikan handphone (HP).
Sepeda motor milik korban yang ringsek diamankan oleh Satlantas Polres Madiun Kota. Bagas Bimantara/Radar Madiun

Kecelakaan berujung maut itu terjadi di Jalan Raya Solo, masuk Desa Sukolilo, Jiwan, Madiun, Minggu malam (4/6) sekitar pukul 19.30. Yamaha Mio nopol AE 4595 RB yang dikendarai Rita berboncengan dengan Iga Nelvan Safriani, 23, menyenggol truk mogok.

Motor yang oleng ke kanan akhirnya ditumbur mobil dari belakang. Rita tewas seketika di lokasi kecelakaan. Nasib baik masih menghampiri Iga yang nyawanya selamat kendati sempat terpental sejauh 10 meter.

Tragedi itu berlangsung di depan mata Sarkam, pengemudi truk nopol AE 9214 NA yang mogok karena mesinnya ngadat. Sarkam mengaku melihat Rita memegang handphone saat berkendara.

‘’Menabrak bak truk bagian kanan,’’ ujarnya.

Tak berselang lama terdengar benturan keras susulan. Motor yang dinaiki dua perempuan asal Jalan Glatik, Maospati, Magetan, itu ternyata disambar mobil yang melaju kencang dari barat. Rita dan Iga terlempar cukup jauh.

Saat berupaya memberi pertolongan, Sarkam sudah mendapati seorang di antara dua pengendara motor itu tidak lagi bergerak dengan luka parah di kepala.

‘’Mobilnya langsung kabur,’’ ungkap Sarkam.

Sarkam mengingat HP yang dipegang Rita melayang jauh saat tumburan dengan mobil terjadi. Warga setempat berbaur dengan pengguna jalan.

Tanpa dikomando, mereka langsung berkerumun di tempat kejadian perkara (TKP). Bersamaan itu, tubuh Iga yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan langsung dilarikan ke RSUD dr Soedono.

‘’Saya tidak sempat mencatat nomor polisi mobil yang menabrak itu,’’ sesal Sarkam.

Menurut Kanit Laka Polres Madiun Kota Ipda Yudianto, kondisi jalan di TKP kecelakaan kurang penerangan. Pengemudi truk sebenarnya sudah memberi penanda kendaraannya mogok dengan menyalakan lampu tanda bahaya.

Namun, pengendara motor yang kurang awas tetap menyenggol bodi truk. Yudianto mencatat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang dipicu pengendara mengoperasikan handphone itu tidak sekali dua kali terjadi.

‘’Sebenarnya sudah kami imbau dengan memasang spanduk, tapi tetap saja terulang,’’ jelasnya.

Anak buah Yudianto langsung melakukan olah TKP. Sket yang menggambarkan arah sepeda motor dan titik tumbur dibuat dengan menyemprotkan cat di permukaan aspal. Arus lalu lintas sempat tersendat buntut kecelakaan yang terjadi bersamaan waktu salat Tarawih itu.

‘’Pengendara datang dari barat menuju kota, demikian pula arah kedatangan mobil yang menumbur,’’ terangnya sembari mengaku masih menyelidiki nomor polisi dan identitas pengemudi kasus tabrak lari itu. (mg8/hw/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: