Tak terbukti melanggar, PLN Ponorogo pasang kembali listrik di rumah Sutejo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Ponorogo - Akhirnya kasus pencurian listrik yang dituduhkan oleh PLN Rayon Ponorogo ke Sutejo salah satu dosen negeri dan penulis buku nasional tidak terbukti.  Dijelaskan oleh Yitno manager Rayon Ponorogo dirinya bersama tim P2TL meneliti historis pemakaian serta bekas yang ada tidak menunjukan ada itikad buruk yang dilakukan pelanggan listrik.  Terlebih dari pengakuan pemilik rumah bahwa penghuni merupakan orang kedua yang memakainya.
Foto : Yitno manager Rayon Ponorogo kota.
"Kita butuh waktu 3 sampai 6 hari untuk penelitian historis. Menurun drastis atau bagaimana. Kita sudah bisa menentukan.dan tidak terbukti ada pelanggaran" ungkap Yitno. Kini PLN Ponorogo sudah memproses untuk mengganti kabel SR ke rumah pelanggan.

Yitno menegaskan bahwa timnya bertindak profesional dan tidak ada tekanan yang mempengaruhi keputusan untuk tidak mendenda pelanggan listrik atas nama Sutejo

Dirinya menambahkan bahwa dalam penerapan denda pada pencurian listrik di PLN menerapkan penghitungan berdasar sistem di aplikasi. Dengan perincian pelanggaran P1 untuk pembesaran daya,  P2 untuk pelanggaran mempengaruhi putaran kwh dan P3 yang merupakan perpaduan keduanya dan P4 merupakan pencurian langsung tidak melalui kwh dan tidak bernomor pelanggan. Masing masing punya denda yang berbeda dari ratusan ribu hingga milyaran rupiah.

Disinggung adanya beberapa sekolah yang kedapatan melanggar Yitno membenarkan jika ada beberapa sekolah yang melakukan dan terbukti. Sehingga mereka diwajibkan membayar denda sesuai dengan aplikasi.

Dirinya menyebut bisa dicicil kalau divonis bersalah  atau sudah  melanggar.  besaran cicilan sesuai dengan kemampuan pelanggan. " Di aplikasi paling lama menyicil 6 sampai 12 bulan." jelasnya.(joe)

Sumber :  Pojok Kiri
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: