Tipu Calon TKI Ponorogo, Kades Bangsalan dan Kades Sambit, Anang Warga Tulungagung Ditangkap Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SAMBIT - Penipuan dengan modus bisa memberangkatkan bekerja di luar negeri menggegerkan warga Sambit.  Ini setelah Gufron 34 tahun  warga Prayungan Sawoo melaporkan Anang Sutrimo warga Besuki Tulung Agung yang kontrak di Sambit, menawarkan bisa memberangkatkan untuk  kerja di Singapura dengan gaji 15 juta per bulan.
Foto : Anang Sutrimo warga tulung agung tersangka penipuan Sambit, dan sejumlah kwitansi dan laptop.

Dijelaskan oleh AKP Sudarmanto kasubag Humas Polres Ponorogo korban merasa tertarik untuk ikut daftar,selanjutnya korban pada tanggal 14 Mei 2017 menyerahkan persyaratan dan uang total 14.400.000,( empat belas juta empat ratus ribu rupiah ) di Ds.Sambit ( rumah kontrakan).

"Karena korban merasa kurang yakin mencari informasi Sampai Tulung Agung ternyata banyak yg mencari / banyak urusan dan di Wil.Sambit juga juga ada yg tdk berangkat." jelas AKP. Sudarmanto

Atas kejadian ini korban melaporkan pada hari Jumat tanggal 2 Juni 2017 ke Polsek Sambit atas dugaan tindak pidana penipuan dengan modus bekerja ke luar negeri.

Benar saja pada hari yang sama banyak juga korban yang merasa tertipu dengan ulah Anang Sutrimo yaitu : MUJIONO  Alamat Ds.Karangan Kec.Balong  kerugian 37 juta, GARIS Laki laki 33 tahun Ds.Ngadisanan Kec.Sambit, DANANG ABDULRAHMAN 23 th Ds.Kemuning Kec.Sambit kerugian 25 juta, Dra Hj.TITIN DIAH RUKMINI 49 thn Kades Bangsalan Kec.Sambit Kerugian 10 Juta, TUBIYANTO 48 tahun Kades Sambit Kec.Sambit 55 juta.

Untuk korban Kades Pelaku pinjam uang segera dan mengatakan segera dikembalikan pelaku mengaku punya simpanan di BRI Sambit 1 Milyard rupiah Sehingga korban percaya terhadap pelaku.

Dari para korban dikumpulkan barang bukti lembaran kwitansi untuk pembayaran pembuatan pasport Rp. 1.400.000,00., kwitansi untuk pembayaran proses kerja keluar negeri Rp. 6000.000,00.,kwitansi untuk pembayaran proses ke Singapura Rp. 5.000.000,00., lembaran kwitansi untuk proses ke LN Rp. 2.000.000,00., lembaran kwitansi penerimaan uang Rp. 10.000.000,00., Rp. 12.000.000,00., 5.000.000, 2.000.000,  18.000.000,00. dan 1 buah laptop merk Lenovo warna hitam.

Polisi menduga dari ulah pelaku tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang belum melaporkan.(joe)

Sumber : pojokkiri.net
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: