Warga Tak Sabar Menunggu Janji Pemkab

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tugurejo, Slahung, Ponorogo, tak sabar menunggu. Mereka bergotong royong membangun gedung darurat SDN 2 Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.
Sejumlah pekerja sedang membangun gedung darurat SDN 2 Tugurejo, Slahung, Ponorogo, Kamis (1/6). Latiful Habibi/Radar Ponorogo

Sebelumnya, hampir separo bangunan sekolah itu terpaksa dirobohkan lantaran terdampak tanah gerak sekitar Desember 2016 lalu.

‘’Kami khawatir jika tidak segera dibangun nanti tidak bisa menerima murid baru,’’ kata Jarwan, mandor sekaligus tukang yang membangun gedung itu, Kamis (1/6).

Warga Dusun Krajan, Tugurejo, itu ditugasi pemdes setempat untuk menyelesaikan pembangunan gedung darurat SDN 2 Tugurejo. Pihak pemdes, kata dia, tidak mau hanya menggantungkan harapan kepada pemkab untuk membangunkan gedung baru sekolah ini.

Keputusan itu bukannya tanpa sebab. Pemdes Tugurejo menilai jika bantuan yang diharapkan  masih belum jelas waktunya. Pun, lokasi pembangunannya juga belum tahu dimana.

‘’Karena itu pemdes berinisiatif membangun,’’ ungkapnya.

Menurut Jarwan, bangunan  berukuran 10 x 7 meter itu dikonsep semipermanen. Alasannya, jika pemerintah sudah membangunkan gedung baru SDN 2 Tugurejo, bisa dibongkar kembali.

Sesuai rencana, dinding setinggi akan dibuat dua jenis. Separo ke bawah batu bata, separo ke atas kalsiboard.

‘’Nanti akan jadi dua ruang kelas. Masing-masing berukuran 5 x 7 meter,’’ terangnya.

Lantainya tetap menggunakan keramik. Kerangka atapnya, menggunakan gavalum atau baja ringan. Begitu juga atapnya menggunakan multiroof agar lebih efisien. Diperkirakan dana yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 60 juta.

‘’Soal asal dana saya kurang tahu. Yang jelas sudah diupayakan kepala desa,’’ ujarnya.

Pembangunan gedung darurat itu tidak menggunakan bekas gedung lama yang sudah dirobohkan. Sebab, itu (bekas bangunan) merupakan inventaris sekolah dan jadi wewenang pemerintah.

Gedung darurat mulai dibangun tepat 1 Ramadan 1438 H, atau 27 Mei 2017. Saat ini, tahap pengecoran tiang atau mencapai 25 persen.

‘’Mudah-mudahan sebelum lebaran sudah selesai,’’ tambah sambil berharap tahun ajaran baru sudah bisa digunakan.

Dengan gedung darurat itu, jumlah ruang kelas di SDN 2 Tugurejo menjadi enam ruang. Sehingga tidak ada siswa yang terpaksa belajar di masjid atau rumah warga lagi.

Seperti hampir setengah tahun terakhir. Siswa SDN 2 Tugurejo juga cukup banyak. Rata-rata 30 siswa per kelas. Mereka tetap berharap pemkab secepatnya membangunkan gedung baru.

‘’Kasihan anak-anak kalau belajarnya kurang nyaman,’’ keluhnya.

Alasan, selain bangunannya seadanya juga berhimpitan dengan gedung lain. Sebab, gedung darurat itu dibangun persis di halaman sekolah yang biasa untuk upacara bendera. Lokasi itu diyakini paling aman dari dampak tanah gerak.

Bekas gedung lama yang sudah dirobohkan akan digunakan sebagai lapangan. Selain ruang kelas, SDN 2 Tugurejo juga masih butuh ruang lain. Yakni ruang guru dan fasilitas lainnya.

Kepala Desa Tugurejo Siswanto membenarkan pihaknya berinisiatif membangunan gedung darurat itu. Dia mengklaim sudah melalui rapat komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, dalam kegiatan perpisahan beberapa waktu lalu juga sudah disampaikan kepala pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Slahung.

‘’Pihak dinas justru berterimakasih karena masyarakat sangat peduli,’’ klaimnya.

Menurut Siswanto, salah satu alasan pembangunan gedung darurat itu didasari rasa prihatin. Sebab, selama terdampak tanah gerak, proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) terpaksa dialihkan ke masjid dan rumah warga.

Alasan lainnya, muncul isu SDN 2 Tugurejo sudah diragukan keberadaannya. Itu sangat dikhawatirkan pihak sekolah maupun pemdes setempat.

‘’Apalagi saat ini mendekati tahun ajaran baru. Takutnya tidak ada yang mau sekolah di sini,’’ jelasnya.

Untuk biaya pembangunan, didapat dari sumbangan berbagai komunitas. Ada dari komunitas TKI maupun komunitas lain. Hingga masyarakat yang peduli nasib pendidikan di SDN 2 Tugurejo.

Selain ruang kelas, juga akan dibangun gedung darurat untuk ruang guru. Namun, pihaknya akan melihat dulu sisa lahan yang bisa digunakan. Sedangkan, untuk relokasi SDN 2 Tugurejo, hingga kini belum ada kejelasan.

‘’Kami masih menunggu kabar dari pemerintah,’’ ungkapnya. (tif/sat/jprm)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: