Ikat Orang Sampai Meninggal, 9 Warga Ponorogo Dipanggil Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Ponorogo (beritajatim.com) - Setelah resmi menerima laporan dari keluarga M. Mulyono (35) warga Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Sat Reskrim Polres Ponorogo, juga sudah selesai memintai keterangan terhadap keluarga.

Pun, Sat Reskrim Polres Ponorogo juga memanggil 9 orang yang diduga menali kencang hingga meninggal korban Mulyono. "Karena banyak yang ikut menali. Kami sudah memanggil 9 orang," kata Kanit IV Sat Reskrim Polres Ponorogo, IPDA Tidar Laksono kepada beritajatim.com, Sabtu (10/2/2018).

Dia mengaku, 9 orang tersebut statusnya masih saksi. Karena memang menurut keterangan di lapangan, ketika korban mengamuk, ada sembilan orang yang menali.

"Masih kita mintai keterangan. Awalnya saksi dan tidak menutup kemungkinan juga menjadi pelaku. Semua kemungkinan masih ada," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, diduga mengganggu tetangga, seorang pemuda di Ponorogo diikat sampai meninggal, Sabtu (3/2/2018) malam. Adalah M. Mulyono (35) warga Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Awalnya, korban menggedor pintu rumah Marlohi. Karena dia suka dengan anak Marlohi, Ika Cahyanti. Namun, tidak dibuka oleh tuan rumah.

Sampai, bapak korban, Wateni dan saudaranya, Kadimun menenangkannya. Pun beberapa warga lain juga ikut. Karena merasa korban tenang, bapak dan saudaranya mengambil borgol di tempat kepala desa.

Namun, alangkah kagetnya. Selang 20 menit kembali, korban sudah tidak bernyawa. Yang mengejutkan lagi ada seperti luka lebam di pelipis matanya. [mit/but]
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: