Kata Terakhir Adelina Sebelum Meninggal Dunia

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Adelina Lisao hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan ketika dirinya hendak diselamatkan. Kondisinya lemah, terduduk lesu di teras rumah majikannya dengan seekor anjing Rottweiler.

Sudah sebulan Adelina dipaksa tidur di teras rumah majikannya dengan anjing itu.
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Steven Sim/Por Cheng Han)

Ketika dihampiri oleh beberapa orang yang berusaha menyelamatkannya pada Sabtu lalu (10/2), Adelina hanya mengangguk, terlalu lemah untuk bicara. Dia dilarikan ke rumah sakit, namun sehari kemudian perempuan 21 tahun itu meninggal dunia.

Polisi belum sempat menarik keterangan dari Adelina karena TKW asal NTT itu trauma berat dan ketakutan. Adelina mengembuskan nafas terakhir tanpa memberikan kesaksian atas kekejian yang menimpanya.

Sumber kumparan di Penang, Malaysia, hanya mengetahui Adelina mengatakan satu kata ketika ditanya polisi, yaitu: "balik…".

Diduga itu adalah salah satu kata terakhir yang diucapkan Adelina.
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)

"Polisi bertanya kepada dia, 'apa yang kamu inginkan?' Adelina menjawab 'balik..' hanya itu," kata sumber kumparan yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (13/2).

Balik bisa berarti pulang. Adelina rindu rumahnya.
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)

Media Malaysia awalnya mengutip polisi yang mengatakan bahwa Adelina berasal dari Medan. Namun dalam penelusuran Konjen RI di Penang, Adelina adalah warga NTT.

KJRI mengatakan, Adelina masuk Malaysia dan menjadi pekerja ilegal di negara itu.

Tiga majikan Adelina telah ditahan polisi. Kasus ini ditangani sebagai pembunuhan dengan ancaman hukuman mati bagi para pelakunya.

Orangtua Duga Perekrut Palsukan Identitas Adelina untuk Jadi TKW

Keluarga TKI, Adelina Lisao (20) warga Desa Abi Dusun 2 Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT mendatangi Polres TTS, Rabu (13/2). Mereka melaporkan pelaku perekrut Adelina yang diduga telah memalsukan identitas Adelina.

Ibu kandung korban, Yohana Banunaek, mengatakan Adelina diculik orang tak dikenal pada Agustus 2015. Saat itu, Adelina masih berumur 17 tahun.

Orang tak dikenal itu datang ke rumah dan menyampaikan ke orangtua bahwa Adelina akan dipekerjakan di Malaysia. Tapi, permintaan itu ditolak oleh keluarga.

Karena permintaan itu ditolak, keesokan harinya pria tak dikenal datang ke rumah dan membawa kabur Adelina.

"Kami tidak tahu siapa nama perekrut itu. Kami sempat cari ke keluarga tetapi tidak ada yang tahu. Sehingga kami berpikir Adelina sudah kabur dengan pria itu," tutur Yohana kepada wartawan, Rabu (13/2).

Selama menghilang, Yohana tidak pernah mendapat kabar dari Adelina. Mereka baru mendapat informasi dari seorang pendeta pada Selasa (12/2) sekitar pukul 05.00 WITA bahwa anaknya meninggal di Malaysia.

Yohana menuturkan, Adelina hanya tamatan SD dan lahir pada tahun 1998. Namun, di dalam dokumen, perekrut merekayasa tahun lahir Adelina menjadi 1992. Adelina merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Adelina memiliki nama asli, Adelina Sau.

Yohana meminta pihak kepolisian agar dapat mengungkap siapa perekrut anaknya.
"Tolong tangkap pelakunya dan mohon pulangkan jenazah anak saya," pinta Yohana.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto mengaku sudah perintahkan tim Anti-Trafficking Polres TTS untuk segera melakukan proses penyelidikan.

"Dokumen korban dipalsukan oleh perekrut, kami akan usut tuntas," tegas Totok.

Adelina ditemukan di teras rumah majikannya di Malaysia pada Sabtu lalu. Dia dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia sehari kemudian. Hasil autopsi menunjukkan Adelina menderita anemia akibat pembiaran yang dilakukan majikannya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: