Polisi: Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang karena Cantik

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Jakarta - Driver taksi online, Angrizal Noviandi (30) melakukan pelecehan seksual kepada penumpang perempuannya. Kepada polisi, ia mengaku melakukan aksi bejat itu karena korban berparas cantik.

"Motifnya karena pelaku ini lihat korban cantik, (tempat) sepi dan ada kesempatan menurut pelaku. Terjadilah hal yang tidak diinginkan," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono kepada detikcom, Rabu (14/2/2018).

Angrizal melakukan pelecehan seksual terhadap korban di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (12/2) dini hari lalu. Saat itu korban hendak menuju ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Surabaya, Jawa Timur.

Di tengah perjalanan, tersangka rupanya membelokkan mobilnya keluar dari tol. Korban, yang selama perjalanan tertidur, terbangun dan mengetahui mobil sudah keluar dari kawasan tol.

Di tempat sepi, korban digerayangi oleh tersangka. Ketika hendak diperkosa, dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya membuat strategi dengan menyampaikan kepada pelaku bahwa ia tengah hamil 2 bulan.

Tersangka pun melepaskannya di tempat sepi. Tapi sebelum itu, tersangka membawa kabur ponsel korban untuk menghilangkan jejak.

"Dalam pengungkapan kasus ini, kami sangat dibantu oleh pihak manajemen Go-Jek," kata Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu.

Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang dalam Kondisi Sadar

Polisi memastikan Angrizal Noviandi (30) tidak terpengaruh minuman keras atau narkoba ketika melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuannya. Perbuatan tidak senonoh joki driver taksi online itu dilakukan dalam kondisi sadar.

"Dia enggak mabuk, dalam kondisi sadar 1.000 persen," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono kepada detikcom, Rabu (14/2/2018).

Bahkan, Angrizal mengurungkan niatnya memperkosa korban ketika korban mengatakan bahwa dirinya sedang hamil dua bulan. Hal ini, menurut Aris, lantaran Angrizal dalam kondisi yang sadar.

"Kalau dia mabuk, mungkin enggak peduli korban mau hamil atau tidak. Tapi pengakuan dia, akhirnya dia melepas korban karena korban bilang sedang hamil," sambungnya.

Setelah melakukan perbuatan cabul, Angrizal meninggalkan korban di tempat sepi. Dia lalu kabur dengan membawa handphone korban dan membuangnya di kali.

"Handphone dibuang di kali dekat Cengkareng sana," tandasnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: