Tiga Bersaudara Asal Ponorogo yang Tinggal di Gubuk Reyot

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Nasib memilukan dialami keluarga asal Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Mereka tinggal satu atap di sebuah gubuk reyot dengan beralaskan tikar.

Mereka bernama Simus, Gondik, dan Kaseno atau yang akrab dipanggil Mbrosot. Kisahnya viral di media sosial usai dibagikan oleh pemilik akun Instagram @andi_kuswoyo Andi Kuswoyo pada Rabu (5/2) lalu.
Kisah tiga bersaudara di Ponorogo. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com) Sabtu (10/2), Andi mengatakan jika kisah tersebut ia ambil dari temannya yang bernama Arif Witanto, warga asal Kediri, Jawa Timur.

Kemudian kumparan menghubungi Arif Witanto, ia mengaku berkunjung ke gubuk Simus dan keluarga, usai mengetahui kabar dari warga setempat.

"Memang kondisinya seperti itu, mereka bertiga masih bersaudara dan sudah tinggal di gubuk reyot lebih dari 3 tahun, " kata Arif saat dihubungi kumparan, Sabtu (10/2).

Arif belum tahu pasti apakah mereka sudah mendapat perhatian dari pemerintah atau belum.

"Kalau bantuan sembako atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) saya kurang paham, tapi untuk bedah rumah tidak ada,"ujar Arif.
Kisah tiga bersaudara di Ponorogo. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Di Dusun Kayen Rt 09/ Rw 06, mereka menghabiskan hari-harinya dengan kegiatan yang berbeda.  Simus hanya bisa menghabiskan waktunya dengan terbaring lemah di atas tanah yang beralaskan tikar, lantaran sudah 6 bulan sakit. Kondisi tubuh yang lemah membuatnya tak mampu berdiri, apalagi harus bekerja.
Kisah tiga bersaudara di Ponorogo. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Gondik, hanyalah pencari daun jati yang kemudian ia jual guna mendapatkan uang untuk menyambung hidup. Sedangkan Kaseno bekerja sebagai serabutan yang sering kali menjadi buruh tani.

Mengetahui kondisi yang memperihatinkan tersebut,  Arif kemudian membagikan kisah itu ke akun Instagramnya.  Menurutnya, tak berselang lama, unggahannya itu mendapat banyak respons positif dan tak jarang mereka ingin membantu Simus dan keluarga.
Kisah tiga bersaudara di Ponorogo. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

"Setelah diunggah ada perhatian dari teman-teman komunitas serta kawan kawan TKI dan TKW. Ini kita lagi upaya untuk bedah rumah beliau yang dana bedah rumah murni dari komunitas," tutur Arif Witanto.

Menurutnya, Simus, Gondik, dan Kaseno sudah berusia di atas 50 tahunan. Arif beraharap, upaya bedah rumah nantinya bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: