Zulfikar Novan Jebolan D’Academy Ditangkap Karena Narkoba, Ngaku ‘Pake’ Buat Zikir

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BANGKALAN – Zulfikar Novan, finalis D’Academy I kini menjadi penghuni ruang tahanan Polres Bangkalan. Pemuda 32 tahun itu diduga memiliki dan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. Warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan itu mengaku mengonsumsi barang terlarang itu sejak 2012.
MELIRIK: Zulfikar Novan diinterogasi Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha Kamis (8/2). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

Kepada petugas Zulfikar mengakui sebagai pengguna. Pengakuan itu diperkuat hasil tes urine pelaku positif menggunakan barang haram tersebut. ”Tapi tidak setiap hari,” kata Zulfikar di Mapolres Bangkalan Kamis (8/2).

Dia mengaku menjadi pecandu sabu-sabu sejak 2012. Dia mengonsumsi untuk doping untuk menunjang aktivitas manggung. Diakuinya tidak setiap hari mengisap. ”Selain buat doping manggung, saya mengonsumsi sabu-sabu buat zikir. Buat saya pribadi lebih fokus,” ucapnya Kamis (8/2).

Rabu (7/2) sekitar pukul 14.40, polisi mendapatkan informasi bahwa rumah kos di Jalan Raya Jokotole Gang 3, Kelurahan Keraton, sering digunakan pesta narkoba. Polisi melakukan penyelidikan. Saat melakukan pengintaian, Zulfikar Novan menunjukkan gelagat mencurigakan.

Karena itu, polisi melakukan penggerebekan. Dari tangan Zulfikar polisi mengamankan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, satu bong, satu kompor sabu-sabu, dan satu korek api. Kemudian, satu botol berisi alkohol, serta sabu-sabu 3,68 gram dan 0,33 gram.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, Zulfikar sebagai pengguna. Polisi telah mengantongi penyuplai barang kepada tersangka. Zulfikar dijerat pasal 112 (1) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. ”Kami masih melakukan pengejaran kepada para DPO,” terang Anis.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: