Pemerintah Pusat Mengucurkan Dana Rp 15,9 miliar Untuk 20 Puskemas di Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Weleh-weleh, 20 puskemas di Ponorogo bakal dapat durian runtuh. Tahun ini pemerintah pusat akan mengucurkandana rehab fisik sebesar Rp 15,9 miliar. Itu terungkap saat komisi C DPRD Ponorogo sidak puskemas rawat inap Jambon. ‘’Puskemas Jambon termasuk yang akan menerima anggaran, sekitar Rp 804 juta. Kami sidak ingin lihat puskemas kondisinya seperti apa sebelum direhab,’’ terang ketua komisi C DPRD Ponorogo Moh. Erkamni saat sidak Puskemas Jambon, kemarin (11/2).
Kondisi Puskemas Jambon Ruang Tunggu Puskesmas Jambon Membahayakan

Sebenarnya Puskemas Jambon sudah menerima anggaran rehab 2014 lalu, sebesar Rp 197 juta. Dana itu tidak bisa digunakan untuk rehab menyeluruh. Tapi, hanya untuk lantai di sebagian ruangan, plafon dan dinding. Padahal, masih banyak bagian puskemas yang kondisinya memprihatinkan. ‘’Rumah dinas kepala di belakang puskesmas, kondisinya sudah tidak layak, kayunya lapuk, gentingnya juga sudah waktunya diganti,’’ tuturnya.
Hal serupa juga terlihat di ruang tunggu puskemas, plafonnya hampir jebol. Ini terlihat dari banyaknya jamur di permukaan plafon. Saat musim hujan, air merembes dari atap. Kerusakan juga terlihat di keramik lantai yang mulai pecah. ‘’Jika melihat kerusakannya, sudah saatnya direnovasi menyeluruh. Apalagi tahun ini status puskemas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD), kualitas pelayanan dan fasilitas harus dibenahi,’’ papar Erkamni.
Temuan sidak, lanjutnya, akan menjadi perhatian serius komisi C. Dia meminta dinas kesehatan melakukan perbaikan fasilitas yang urgen. ‘’Sebelum dibangun kami lihat seperti apa kerusakannya, setelah dibangun akan dilihat lagi kualitasnya,’’ jelasnya.
Anggota komisi C DPRD Ponorogo Kateni meminta petugas puskesmas dan pasien berhati-hati saat di ruang tunggu. ‘’Ini membahayakan, saya minta hati-hati,’’ katanya.
Sementara itu, kepala Puskemas Jambon Andi Muhadi mengatakan, bangunan sudah tidak layak. Padahal, puskemas tersebut sudah berstatus BLUD. Banyak ruangan yang butuh direhab. ‘’Bangunan puskemas model lama, sekitar 1990. Kalau melihat kerusakan dan modelnya, harus rehab total,’’ jelasnya.
Kata Andi, puskemas yang dipimpinnya tergolong ramai pasien. Dalam sebulan ada 2.000-2.500 pasien yang datang berobat, baik rawat jalan maupun inap. Sayang, puskemas berstatus BLUD sejak awal Januari 2016 itu tidak memiliki lahan parkir memadai. Sepeda motor atau kendaraan pasien diparkir sekenanya di dekat jalan utama Jambon. ‘’Kami ingin puskesmas dua lantai jika direhab. Yang atas untuk administrasi dan bawah layanan kesehatan. Tapi anggarannya tidak banyak,’’ ungkapnya. (aan/irw)
Sumber :  Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: