3 Tahun Dikerjakan, Pembangunan Bendungan Bendo Ponorogo Baru 20%

Sponsored Ad

Sponsored Ad
JAKARTA - Komisi V DPR RI telah melakukan peninjauan progres pembangunan Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur. Bendungan ini merupakan salah satu infrastruktur yang tengah dikebut untuk mendukung sistem irigasi persawahan di kawasan tersebut.

Wakil Ketua komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia mengatakan memasuki tahun ke-3, progres konstruksi pembangunan Bendungan Bendo masih 20 persen, Hal ini, tidak lepas dari pembebasan lahan dari perhutani yang memiliki 99 persen lahan keseluruhan bendungan.

“Dengan dukungan PP 104 dan 105 status yang dari TMKH (Tukar Menukar Kawasan Hutan) menjadi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), maka diusahakan pembangunan konstruksi bisa dikebut dengan target rampung akhir 2017,” ujarnya dalam keterangan pers Kementerian PUPR, Senin (25/7/2017).

"Artinya, bila bendungan ini sudah beroperasi maka semua masyarakat bisa menikmati air baku yang baik. Kemudian air bendungan tersebut tidak saja mengairi 60 persen sawah di Ponorogo, tapi juga 40 persen sawah di Madiun," tambah dia.

Untuk diketahui, pembangunan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo ini salah satu upaya untuk mengembangkan daerah Kabupaten Ponorogo yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya air, guna memenuhi berbagai keperluan masyarakat, seperti penyediaan air irigasi, air baku domestik dan industri serta pengendalian banjir dan pariwisata.

Pembangunan Bendungan Bendo yang dibiayai dari APBN senilai Rp651 miliar (Muliti Years Contract/MYC), saat ini sedang dalam pengerjaan pembetonan terowongan, galian bangunan pelimpah, dan galian bangunan pengambilan. Untuk pekerjaan terowongan sepanjang 453 meter yang dimulai pada 17 Oktober 2015, sudah tembus pada 13 Mei 2016 lalu.

Sumber : okezone.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: