Air Terjun Pletuk, Indah tapi Masih Kalah Terkenal

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SOOKO – Keindahan alam Ponorogo tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Belakangan, air terjun Coban Lawe di Krisik, Pudak yang ditemukan beberapa tahun terakhir mengundang banyak wisatawan datang. Padahal, jauh sebelum Coban Lawe ditemukan, air terjun Pletuk di Jurug, Sooko sudah lama jadi tujuan wisata. Sayang, Disbudparpora menyorot kurang optimalnya pemerintah desa setempat dalam memaksimalkan potensi wisata air terjun tersebut.

Dari kota Ponorogo, menuju air terjun Pletuk membutuhkan waktu hampir satu jam. Wisatawan bisa menempuh rute Pulung lalu ke arah Sooko. Hanya, akses jalan menuju Sooko masih kurang memadai. Di beberapa titik banyak jalan berlubang. Dari Sooko ke air terjun Pletuk waktu yang harus ditempuh tidak terlalu lama, sekitar 15 menit. Jalannya menanjak lantaran daerah Jurug berada di perbukitan. Air terjun Pletuk dikelilingi bukit. Air mengalir dari tebing setinggi sekitar 30 meter menuju lembah ditengah-tengah bukit.

Kala Jawa Pos Radar Ponorogo mendatangi air terjun tersebut, tidak ada petugas yang berjaga di pos masuk kawasan air terjun. Sesampainya di areal parkir, ada warung makan yang biasanya dijadikan tempat istirahat pengunjung. Menurut Samsuhari, salah seorang wisatawan asal Kota Madiun, air terjun biasanya dijaga petugas. Dia sudah dua kali datang ke air terjun tersebut. ‘’Jalan dari desa ke lokasi wisata air terjun memang sempit, mobil bisa lewat tapi tidak bisa untuk papasan,’’ jelasnya.

Selain Samsuhari, wisatawan lainnya, Trisnia mengaku juga sudah dua kali mengunjungi air terjun Pletuk. Tempatnya yang asri karena dikelilingi bukit membuatnya betah berlama-lama. Trisnia yang asli Ponorogo berpendapat, keindahan air terjun Pletuk sebenarnya tidak kalah dengan lainnya seperti Coban Lawe atau Kokok Temon di Sawoo. Sayangnya, air terjun itu kalah populer di media sosial maupun media lain yang banyak diakses. ‘’Karena kalah informasi, jadi banyak yang lebih memilih ke air terjun lainnya,’’ ujar Trisnia.

Kepala Disbudparpora Ponorogo Sapto Djatmiko menjelaskan, potensi wisata air terjun Pletuk dengan lokasi lainnya sebenarnya sama. Semua lokasi wisata itu dapat dikelola maksimal menjadi desa wisata seperti kebanyakan di Jogjakarta. Pihaknya hanya memberi stimulan pelatihan pengelolaan. Termasuk wisata air terjun Pletuk, menurut Sapto, sudah ditemukan sejak 1990. Sayangnya, pihak desa dinilai kurang optimal memberdayakan potensi di air terjun Pletuk sehingga kalah pamor. ‘’Wisata yang baru justru sudah bagus. Ini yang menjadi pekerjaan ke depan, supaya tidak kalah dengan yang lain,’’ terangnya.(mg4/irw)

Sumber : www.radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: