POLRES MADIUN : Polisi Haram Main Pokemon Go

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN – Anggota dan jajaran Polres Madiun Kota haram bermain Pokemon Go. Terutama saat jam dinas. Selain harus total melayani masyarakat, larangan itu juga untuk melindungi markas kepolisian sebagai objek vital. ‘’Khususnya anggota yang muda-muda. Karena mereka itu paling penasaran sama games,’’ tegas Wakapolres Madiun Kota Kompol Sutiono kemarin (27/7).

Sekitar 15 menit Sutiono melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada puluhan anggotanya. Itu untuk memastikan anggota tidak mengunduh dan bermain aplikasi tersebut. Pihaknya khawatir, ada anggota yang bermain dan secara tidak sengaja mengekspose titik-titik vital mapolres. ‘’Di sini ada ruang tahanan, ruang arsip dan ruang yang tidak semua orang bisa masuk. Jadi harus betul-betul diperhatikan anggota,’’ paparnya.

Antisipasi itu dilakukan karena aplikasi permainan ini terhubung dengan Sistem Pemosisi Global (GPS). Sehingga,titik atau lokasi trainer (sebutan untuk pemain Pokemon Go,red) akan terdeteksi dan bisa diakses umum. Apalagi, jika trainer mengaktifkan teknologi Augmented Reality (AR). ‘’Kalau teknologi itu diaktifkan, kondisi atau lingkungan disekitar pemain bisa terekam kamera,’’ tuturnya.

Dari sedikitnya 30 anggota baru usia 18 sampai 20 tahun itu, tidak temukan proses unduh aplikasi tersebut. Itu dibuktikan dengan tidak adanya riwayat unduh dari google. Sidak juga diberlakukan kepada para peserta apel sehari sebelumnya. ‘’Jadi memang saya lakukan mendadak, sehingga anggota tidak ada yang tahu,’’ ujarnya.

Dalam sidak sebelumnya, sempat ditemukan riwayat pencarian pada google dari smartphone salah seorang anggota. Namun, belum sempat diunduh. Atas perintah Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, wakapolres menginstruksikan kepada para anggota khususnya 60 brigadir (bintara remaja) agar tidak mengunduh permainan tersebut.

Sutiono memastikan bakal ada sanksi jika ada yang melanggar forbidden (larangan) itu. Namun tetap sesuai prosedur dan aturan yang ada. ‘’Kalau mau bermain silakan, tapi saat lepas dinas. Selain tidak mengganggu tugas, titik permainan tidak dalam objek vital,’’ imbuhnya. Bripda Ferina Ebilia, salah seorang bintara remaja yang disidak mengatakan tidak terlalu tertarik dengan permainan tersebut. Apalagi, dia sudah banyak disibukkan pekerjaan, baik dilapangan maupun dikantor. Sehingga, tidak banyak waktu untuk bermain. ‘’Tugas kami yang paling utama adalah memberikan layanan masyarakat kepada terbaik. Jadi tidak ada waktu untuk hal-hal semacam itu. Kalau lepas dinas kami gunakan sebaik-baiknya untuk keluarga,’’ ungkapnya. (rgl/sat)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: